
THE STRATEGIC POSITION OF FAMILY
(Hendaklah Kasih itu Tidak Pura-pura)
Pdt. Lewi Katiandagho, M.Th.
Manusia menjadi sasaran kerajaan terang dan gelap sejak dosa hadir. Kerajaan terang untuk memulihkan dan kerajaan gelap untuk menghancurkan. Kejadian 3:1-9 mengisahkan kejatuhan manusia dan dicari Tuhan. Tuhan memulihkan keluarga untuk membangkitkan gereja yang kuat agar menjangkau dunia, sedangkan iblis menghancurkan keluarga agar kesaksian gereja menjadi tumpul sehingga dunia tetap terbelenggu.
Kejadian 7:1, 13
1) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. 13) Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu,
Kisah Para Rasul 16:31-33
31) Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” 32) Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. 33) Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
Keluarga dan gereja telah ada di hati Tuhan sebelum dunia dijadikan sesuai dengan tujuan Tuhan.
Kejadian 1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Efesus 1:4
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Efesus 2:19
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
JIKA KELUARGA ADALAH UNIT DASAR UNTUK MELAHIRKAN KEHIDUPAN, MAKA GEREJA BERPERAN DALAM MELAHIRKAN KEMBALI (LAHIR BARU), MEMBENTUK, MENDEWASAKAN, DAN MENGUTUS.
Mengapa posisi keluarga menjadi strategis?
1. Kelompok kecil masyarakat yang memiliki ikat janji
Kejadian 2:24
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Maleakhi 2:14
Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
Keluarga bukan sekadar hubungan darah, tetapi perjanjian di hadapan Tuhan.
2. Wadah Tuhan untuk mengalirkan kasih dan tempat mempraktikkan kasih dan ketaatan
Efesus 5:22-25
22) Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23) karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24) Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 25) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
Kolose 3:20
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
Keluarga adalah tempat pertama kasih dialirkan, diajarkan, dilihat, dan dipraktikkan, begitu pula dengan penundukkan diri.
3. Keluarga berpotensi menjadi gereja kecil yang sangat sehat
Yosua 24:15
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diamiini. Tetapaku dan seisirumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Kisah Para Rasul 2:46-47
46Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 47sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Gereja yang sehat adalah hasil dari keluarga dan kepemimpinan yang sehat
APA YANG HARUS DILAKUKAN KELUARGA DALAM POSISI STRATEGIS INI?
1. Posisi diri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan gereja
Ibrani 10:24-25
24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Efesus 2:19
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2. Keluarga menjadi perwakilan gereja dan surat terbuka Tuhan
2 Korintus 3:2-3
2) Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. 3) Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Matius 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakanBapamu yang di sorga.
3. Melayani dari hati yang berkelimpahan
Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Yohanes 7:38
Barangsiapa percayakepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.
Pelayanan yang berdampak mengalir dari hati yang penuh, bukan hati yang kosong atau separuh.
Kesimpulan:
Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu, tetapi Dia memilih bekerja melalui kita. Karena itu keluarga dan gereja menjadi agen-Nya. Posisi strategis ini harus dijalani dengan tekad yang selaras dengan agenda-Nya.
You can also watch the sermon here
The Year of Movement & Miracles