Background Image

CLOSING THE DOOR TO THE ENEMY
((Menutup Pintu Bagi Musuh))
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, M.B.A.

Dosa mengintip di depan pintu seperti binatang buas yang siap menerkam dan sangat aktif menunggu kesempatan. Begitu pintu dibuka, ia akan langsung menerkam habis-habisan.

Kita harus berhati-hati, jangan sampai tanpa sadar sudah membuka pintu dan memberi kesempatan untuk dosa/iblis/musuh masuk dalam hidup kita.

Kita harus dengan sengaja dan sadar menutup pintu, close the door. Jangan berikan sedikitpun kesempatan untuk musuh masuk.

26) Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Efesus 4:26-27)

Kesempatan = Topos (tempat/ruang).

Jangan kasih kesempatan/ruang kepada iblis.

8) Barangsiapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan barangsiapa mendobrak tembok akan dipagut ular. (Pengkhotbah 10:8) → berbohong untuk menutupi kesalahan, sama dengan sedang menggali lobang untuk diri sendiri.

7) Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. 8) Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. 9) Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. (Yohanes 10:7-9)

Pintu dalam perjanjian baru = Tuhan Yesus sendiri.

Tutup pintu dari dosa dan iblis, buka pintu bagi Tuhan. Kita harus menutup pintu bagi musuh dengan berbalik arah dan berganti saluran → berganti saluran = hidupi manusia baru, tinggalkan manusia lama.

DO NOT COMPROMISE WITH SINS AND WRONGDOINGS.
(Jangan kompromi dengan perbuatan dosa)

Menerapkan batasan dalam hidup kita justru berfungsi untuk melindungi kita.

Pembatas kita = firman Tuhan.

Firman Tuhan bukan untuk mengikat atau membuat kita tidak punya kebebasan. Justru firman Tuhan (batasan) adalah cara Tuhan untuk MELINDUNGI kita.

Cara menutup pintu dari musuh:
1. Bertobat dan takut akan Tuhan
1.1. Bertobat dari kebenaran diri sendiri → jangan suka pakai standar kebenaran diri sendiri, itu menyesatkan, pakai kebenaran firman Tuhan.

1.2. Bertobat dari kebiasaan manusia lama → bertobat dari kebiasaan keluarga kita yang salah (yang tidak sesuai firman Tuhan). Biarlah kebiasaan itu berhenti di kita. Jangan berlanjut ke keturunan kita.
→ Seperti Abraham yang berbohong dengan mengatakan Sara bukan istrinya. Lalu anaknya Abraham, Ishak berbohong dengan mengatakan bahwa Ribka bukan istrinya. Lalu cucu Abraham, Yakub malah menjadi PENIPU. Ia menipu ayahnya dan abangnya untuk mendapatkan berkat anak sulung.

Betapa besarnya dampak dari kebiasaan buruk bagi keturunan kita dan makin lama kebiasaan buruk ini akan semakin bertambah besar dan parah.

1.3 Bertobat dari dosa dan kejahatan.

2. Bersyukur
Orang yg mengucap syukur akan mengubah fokus dari masalah ke Allah.

4) “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!” (Mazmur 100:4)

Iblis/musuh tidak mudah untuk masuk dan memengaruhi hati orang yang selalu bersyukur. Sebab dalam segala situasi, dia tetap bersyukur, tidak menggerutu. Dia tahu bahwa Tuhan ada untuknya dan sanggup melakukan apapun.

Orang yang mengeluh terus-menerus tidak pernah bisa melihat Tuhan di tengah-tengah kehidupannya, baik suka apalagi duka.

Hanya orang yang rendah hati yang bisa mengucap syukur dan bisa melihat realitas dan kebaikan Tuhan dalam hidupnya.

3. Komunitas atau pergaulan
Hindari pergaulan yang membawa kita jatuh dalam dosa.

Jagalah pergaulan kita, filter dengan siapa kita menghabiskan waktu dan berinteraksi. Hati-hatilah dengan RAGI orang Farisi.

Ragi → cara hidup, ajaran, pemikiran, values.

15) Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: ”Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” (Markus 8:15)

You can also watch the sermon here


The Year of Thrusting & Thriving
 
Author
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA., M.Th,

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.