Background Image

LIFE IS A JOURNEY
(Hidup adalah Sebuah Perjalanan)
Pdt. Arif Multi Ardania, M.Div.

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang akan terus kita jalani sampai kita mati.

Dengan siapa dan bagaimana kita menjalani kehidupan akan sangat menentukan sampai di mana dan bagaimana hidup kita nanti.

1) Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah Tuhan, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. (Keluaran 17:1)

Ada 4 poin penting yang dapat kita ambil dari kitab Keluaran 17:1 di atas:
1. Sesuai dengan titah Tuhan
Kita boleh menyampaikan permintaan kita kepada Tuhan dalam doa, tetapi bagian pertama dalam Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah:

“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”

Artinya, terlepas dari apapun permintaan kita, kita harus menyelaraskannya terlebih dahulu dengan kehendak Tuhan. Karena hidup bukan sekadar apa yang kita mau, tetapi apa yang Tuhan mau. Bukan sekadar apa yang kita rencanakan, tapi apa rencana Tuhan bagi hidup kita.

Ketika kita menjalani hidup sesuai dengan titah Tuhan, maka firman Tuhan yang kita tangkap dan kita hidupi akan menjadi kekuatan, panduan, pelita, dan terang bagi perjalanan hidup kita.

11) demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11)

Rencana dan kehendak manusia bisa gagal, tetapi rencana dan kehendak Tuhan tidak pernah gagal. Keberhasilan bukanlah sesuatu yang harus kita cari, melainkan akibat dari hidup kita yang selaras dengan firman Tuhan.

2. Ketaatan pada perintah Tuhan
Awalnya tidak mudah bagi bangsa Israel untuk langsung percaya dan menaati perintah Tuhan melalui Musa. Apalagi mereka harus meninggalkan Mesir, tempat tinggal mereka selama 400 tahun lebih.

Ketaatan tidak mudah untuk dilakukan karena sering kali kita harus meninggalkan zona nyaman. Kita harus memikul salib dan menyangkal diri.

Ketaatan adalah bentuk cinta kasih dan tanda berserah kita kepada Tuhan (Yohanes 14:15-31). Ketaatan adalah kunci untuk bisa membuka rahasia dari Tuhan, karena Tuhan sendiri yang akan menyatakan diri-Nya kepada kita dan memberikan pewahyuan baru kepada kita.

3. Melewati setiap tahap perjalanan kehidupan
Tuhan memimpin perjalanan hidup kita selangkah demi selangkah. Dalam tahapan tersebut, ada proses pembentukan yang Tuhan lakukan dalam hidup kita.

Ketika hati kita sudah berlimpah dengan rasa syukur, sekecil dan sebesar apapun kehidupan yang kita jalani, kita bisa menjalaninya dengan segala kelimpahan (Yohanes 10:10).

“We live life in level; Arrive in stages; Experience in seasons.”- Dr. A. R. Bernard

Dalam setiap level kehidupan yang kita jalani bersama dengan Tuhan, selalu ada hikmat dan pengalaman-pengalaman baru yang kita dapatkan yang membuat kita semakin bertumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, jangan sampai kita melewatkan musim kehidupan, karena kita akan kehilangan hikmat dari musim tersebut.

4. Selalu ada masalah dalam setiap tahapan
Ada 2 jenis masalah dalam Alkitab, yaitu:
1) Masalah yang terjadi karena kesalahan kita; dan
2) Masalah yang terjadi karena kesalehan kita
Solusi dari jenis masalah yang pertama adalah bertobat dan kembali kepada jalan yang benar. Tetapi untuk jenis masalah yang kedua, kita harus belajar.

Tuhan tidak hanya ingin membawa kita kepada tujuan, tetapi Ia sedang membentuk kita supaya memiliki hati yang benar dalam setiap perjalanan. Yang paling penting bagi Tuhan bukan tujuannya, melainkan prosesnya.

Orang yang sampai pada tujuannya tanpa melalui proses kehidupan, besar kemungkinan orang tersebut akan menjadi tinggi hati dan mengandalkan dirinya sendiri.

Setiap tahapan memiliki tantangan, tetapi setiap tahapan juga memiliki anugerah dari Tuhan untuk kita dapat menghadapi tantangan tersebut.

Ketika menghadapi suatu masalah, bukan berarti Tuhan tidak hadir, terkadang masalah terjadi karena Tuhan ingin menyatakan diri-Nya kepada kita. Terkadang kita harus mengalami kekurangan agar Tuhan dapat menyatakan diri-Nya kepada kita sebagai “Jehovah Jireh”.

2) Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpengang pada perintah-Nya atau tidak. (Ulangan 8:2)

Ketika orang sedang diberkati, sulit untuk mengenal isi hati yang sebenarnya. Tetapi ketika orang sedang menghadapi masalah, barulah kelihatan isi hatinya yang sebenarnya. Apakah hatinya penuh dengan rasa syukur atau justru bersungut-sungut? Apakah hatinya penuh dengan sukacita atau justru kepahitan? Apakah hatinya penuh dengan harapan atau justru kekecewaan?

Tuhan bukan sekadar ingin kita sampai kepada tujuan, tetapi yang Tuhan inginkan adalah kita mengalami perubahan selama perjalanan hidup kita, sebagaimana hati kita juga ikut diperbarui.

23) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

“The quality of your life is determined by the quality of your heart.”

You can also watch the sermon here


The Year of Thrusting & Thriving
 
Author
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA., M.Th,

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.