Background Image

STAND YOUR GROUND AND FINISH IT
(Pertahankan dan Tuntaskan)
Pdm. Yehuda Lazuardi, S.T.

Sebagai anak Tuhan, tidak cukup hanya mengetahui strategi musuh, tetapi kita juga harus tahu cara membungkamnya.

Apa yang diserang oleh Iblis?

Berikut empat kisah dalam Alkitab yang menceritakan ketika Tuhan Yesus dicobai oleh Iblis:
1. Pencobaan di padang gurun (Matius 4:1-11)
Pada pencobaan yang pertama dan kedua di padang gurun, iblis menyerang identitas Tuhan Yesus dengan mengatakan “Jika Engkau Anak Allah”. Padahal ketika Yesus dibaptis, langit terbuka dan Bapa berkata “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi”.
Semakin kita jarang membaca firman Tuhan dan mengandalkan pemahaman sendiri, maka kita akan mudah tertipu oleh Iblis, karena Iblis pun juga bisa menggunakan firman Tuhan untuk menipu kita.
Pada pencobaan yang ketiga, Iblis menyerang tujuan hidup Tuhan Yesus. Iblis menawarkan apa yang bukan menjadi miliknya kepada Tuhan, seperti seorang tamu yang menawarkan barang milik tuan rumah kepada tuan rumah itu sendiri.
Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, kuasa yang diberikan oleh Allah kepada manusia untuk menguasai bumi direbut oleh iblis. Sehingga, Yesus datang ke dunia untuk merebut kembali kuasa itu, dan kita pun ikut menerima kuasa itu sebagai anak-anak-Nya.
Setelah Iblis gagal mencobai Tuhan Yesus di padang gurun sebanyak tiga kali, iblis tidak menyerah dan menunggu waktu yang baik untuk menyerang Yesus kembali. Waktu yang baik tersebut dapat dilihat pada 3 kisah berikut ini.

2. Tuhan Yesus mengusir setan di Gerasa (Matius 8:28-29)
Iblis kembali menyerang identitas dan tujuan hidup Tuhan Yesus. Iblis memutarbalikkan tujuan kedatangan Tuhan Yesus, padahal Yesus datang untuk menolong orang yang kerasukan, bukan menyiksa iblis sebelum waktunya.

3. Pemberitahuan penderitaan Tuhan Yesus yang pertama (Matius 16:21-23)
Pada kisah yang ketiga, iblis juga menyerang identitas dan tujuan hidup Tuhan Yesus melalui Simon Petrus. Simon Petrus memikirkan apa yang dipikirkan oleh manusia, bukan berusaha melihat dari sudut pandang Allah. Sehingga, perkataannya dapat menjadi batu sandungan bagi Tuhan Yesus.

4. Penyaliban Tuhan Yesus (Matius 27:38-40)
Pada kisah yang terakhir, iblis juga menyerang identitas dan tujuan hidup Tuhan Yesus melalui orang-orang yang mengolok-olokkan Dia dengan meminta Tuhan Yesus menyelamatkan diri-Nya sendiri jika Ia benar Anak Allah.

Dari keempat kisah tersebut, jelas bahwa yang diserang oleh iblis adalah identitas dan tujuan hidup.

Lalu, bagaimana cara mengatasi/membungkam serangan Iblis?
1. Menjawab dengan firman Tuhan
Pada kisah pencobaan di padang gurun, Tuhan Yesus selalu menjawab serangan iblis dengan firman Tuhan. Firman Tuhan selain menjadi pedang roh, juga menjadi ketopong keselamatan bagi manusia untuk melindungi pikiran serta identitas dirinya.

2. Mengusir dengan kuasa Tuhan
Iblis takut dengan manusia yang dipenuhi oleh kuasa Tuhan. Oleh karena itu, jangan batasi kuasa Tuhan dengan pikiran kita. Dari kuasa itu juga mengalir damai sejahtera yang dari pada Tuhan dalam hidup kita sehingga kita dapat tetap tinggal tenang.

3. Mengerjakan dan menyelesaikan tujuan hidup
Tuhan Yesus memiliki kebebasan untuk memilih tidak disalib, karena Ia sendiri tidak berdosa. Tetapi Tuhan Yesus memilih untuk tetap menyelesaikan tujuan kedatangan-Nya ke dunia, yaitu untuk menyelamatkan manusia, karena Ia begitu mengasihi kita.

“Tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis, serta layanilah Tuhan seumur hidupmu!”

You can also watch the sermon here


The Year of Thrusting & Thriving
 
Author
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA., M.Th,

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.