
BUILDING GENERATIONS FOR GOD
(Membangun Generasi Bagi Tuhan)
Pdm. Bambang Sucahyo, S.Th.
Generasi perlu dibangun karena setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Gereja yang tidak mempersiapkan generasi akan mati di suatu titik tertentu.
Seorang pembangun akan memastikan apa yang dibangun juga dapat berdiri dengan kuat, bukan hanya indah. Karena itu, menjadi seorang pembangun yang benar harus memastikan bangunannya harus dibangun di atas fondasi yang benar.
Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk menjadi keluarga yang kuat karena keluarga yang kuat akan menghasilkan generasi yang kuat.
Bagaimana cara membangun generasi bagi Tuhan?
1. Kita harus memahami pentingnya pernikahan
Apa yang kita anggap penting, pasti akan kita pikirkan dengan matang, prioritaskan, persiapkan dengan baik, dan perjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Kejadian 2:18 mengajarkan kita bahwa manusia tidak diciptakan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk bersekutu dengan orang lain. Ayat ini juga menjadi pengingat bahwa pada dasarnya perempuan diciptakan Tuhan untuk menjadi penolong yang hebat dan sejajar bagi laki-laki.
Fakta bahwa Yesus hadir dan membuat mukjizat dalam pernikahan di Kana menunjukkan betapa penting dan berharganya pernikahan di mata Tuhan. Kisah ini juga menegaskan bahwa yang terpenting dalam pernikahan adalah kehadiran Tuhan.
Mempersiapkan pernikahan secara sungguh-sungguh dalam Tuhan mutlak dilakukan karena pernikahan tidak hanya membentuk hidup kita, tetapi juga membentuk masa depan, termasuk destiny (tujuan) kita.
2. Orang tua dipanggil untuk menjadi teladan
Membangun generasi membutuhkan keteladanan. Tuhan tidak hanya memanggil orang tua untuk memiliki anak, tetapi juga untuk memberikan pola hidup dalam Tuhan yang bisa dilihat dan diteladani. Bagaimanapun juga, hidup kita berbicara lebih keras dari pada perkataan kita.
Meski demikian, menjadi teladan tidak bicara tentang kesempurnaan. Untuk bisa menjadi teladan, kita harus memiliki hati yang lembut, yang mau diajar dan dibentuk.
Sebagai orang tua kita harus menjadi teladan dalam:
a. Teladan dalam iman
Dalam 2 Timotius 1:5 dijelaskan bahwa Timotius menjadi orang muda yang mengasihi Tuhan dengan luar biasa karena memiliki teladan iman di dalam ibu dan neneknya yang juga sangat mengasihi Tuhan. Keduanya selalu menanamkan dan mengajarkan kebenaran kepada Timotius. Iman dan hati yang melayani Tuhan dapat diwariskan kepada generasi di bawah kita.
Warisan terbesar yang bisa diberikan orang tua kepada anak bukanlah harta, melainkan iman kepada Tuhan.(Yosua 24:15)
b. Teladan kesetiaan dalam pernikahan
Maleakhi 2:14-15 menjelaskan bahwa kesetiaan merupakan salah satu hal terpenting dalam pernikahan. Salah satu cara untuk menghargai pernikahan kudus yang sudah diberkati Tuhan adalah dengan setia terhadap pasangan kita sampai maut memisahkan. Pernikahan seharusnya tidak dibangun atas dasar perasaan semata, tetapi yang terpenting adalah komitmen.
Galatia 5:22-23 mengajarkan kita bahwa untuk menjadi setia dalam pernikahan, kita pun harus tinggal dalam Kristus, karena kesetiaan merupakan buah roh.
3. Pernikahan harus berpusat kepada Kristus
Hubungan dengan Tuhan menentukan hubungan setiap pasangan dalam pernikahan. Kunci pernikahan adalah suami dan istri harus bertumbuh dalam Tuhan secara bersama-sama.
You can also watch the sermon here
The Year of Movement & Miracles