Background Image

OVERCOMING DISAPPOINTMENT TAKES SPIRITUAL MATURITY
(Tidak Kecewa itu Dewasa)
Ps. Michael Widjaja

Orang yang kecewa, hidupnya pasti mengecewakan. Tuhan mau kita merdeka dari kekecewaan, supaya keputusan yang kita pilih tidak dilandaskan oleh karena kekecewaan, melainkan memilih karena hal itu benar di hadapan Tuhan. Tidak kecewa itu dewasa, dan kedewasaan lahir dari keluarga. Keluarga yang sehat dan kuat akan membentuk anak-anak yang dewasa. Setiap orang yang lahir baru, hal pertama yang diubahkan adalah identitasnya, menjadi bagian dari KELUARGA Kerajaan Allah. Namun tidak sampai di situ, Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk memerintah di Kerajaan Sorga bersama Dia dan ini membutuhkan kedewasaan.

Ciri-ciri kekecewaan yang harus kita waspadai (Lukas 24:13-25), antara lain:
1. Kekecewaan itu berkembang jika terus dibicarakan dan dijadikan konsep berpikir.
Kekecewaan sering kali dimulai di keluarga dan lingkungan terdekat kita, karena itu, marilah kita memperhatikan dan menjaga kualitas keluarga kita, kualitas circle kita. Kualitas ini adalah tentang apa saja hal yang kita bicarakan/perkatakan setiap kali bertemu dan apa saja hal-hal yang kita yakini bersama.
Orang yang kecewa harus DISADARKAN, jangan dinina bobokkan dan dibiarkan.

2. Kekecewaan membuat mata kita buta, sehingga kita tidak bisa mengenali Yesus dan tidak bisa melihat kemuliaan Tuhan (Lukas 24:16-19).
Murid-murid Yesus tidak bisa mengenali Yesus yang datang menghampiri mereka karena hati mereka kecewa. Orang yang kecewa pasti bermuka masam/mukanya lesu. Ia akan terus memiliki pandangan yang negatif dan hanya membicarakan hal-hal yang negatif. Kecewa itu seperti penyakit dan racun. Orang yang kecewa akan menularkan kekecewaan itu dan membuat orang lain menjadi kecewa pula.
Orang bisa punya seribu satu alasan untuk kecewa, namun dibutuhkan hanya satu hal untuk lepas dari kekecewaan itu, yaitu Yesus Kristus. Mari cek hati kita dan hidup kita. Apa yang masih mengecewakan hatimu? Apa yang membuat engkau terpenjara di masa lalu?

3. Kita mengalami kekecewaan karena kita BELUM sepenuhnya menjadikan Yesus sebagai TUHAN atas hidup kita (Lukas 24:20).
Kita menjadikan orang lain atau hal lain yang menjadi Tuhan atas hidup kita, yang menjadi pemimpin atas hidup kita. Seperti para murid Yesus yang masih meyakini bahwa imam-imam kepala adalah pemimpin mereka, bukan Yesus.

4. Kekecewaan bisa terjadi karena kita punya ekspektasi, tujuan dan cara pandang yang SALAH akan Yesus (Lukas 24:21).
Kita hanya menggunakan Yesus untuk kepentingan kita, untuk kemauan kita sendiri. Seseorang bisa sibuk melayani Tuhan di gereja, tetapi untuk tujuan yang salah. Ekspektasi/tujuan/cara pandang yang salah membuat kita tidak bisa bertumbuh, meskipun tiap hari sudah terus diberikan firman Tuhan yang hidup.

5. Kekecewaan akan MENCURI kesempatan ILAHI dalam hidup kita (Lukas 24:22-24).
Kesempatan yang tadinya Tuhan siapkan untuk kita, malah jadi diambil orang lain, karena kita KECEWA. Kalau kita masih mengambil keputusan karena kecewa, atau takut melangkah karena kecewa, tidak mau melayani karena kecewa, tidak mau membangun karena kecewa, inilah waktunya untuk BANGUN, SADAR. Jangan mati konyol di dalam kekecewaan kita.
Orang yang tidak kecewa adalah orang DEWASA. Orang dewasa akan terus melangkah ke depan. Ia tidak menunggu solusi datang karena dirinya bisa menjadi solusi itu sendiri dalam situasi apa pun.

6. Kekecewaan membuat kita BODOH dan TUMPUL (Lukas 24:25).
Kekecewaan membuat kita tidak bisa diajar, tidak bisa dipimpin, tidak bisa dibilangin. Kita menjadi keras seperti batu dan bebal. Kekecewaan dalam hati sangat berdampak pada apa yang bisa kita terima dalam pikiran kita. Kekecewaan itu memang di dalam hati, bukan di dalam pikiran. Tetapi, kehidupan terpancar dari hati, bukan dari pikiran. Kekecewaan membuat sumber air hidup kita rusak → semua yang keluar adalah hal-hal yang negatif, pesimis, dan racun.
Bodoh itu bukan karena tidak pintar, tetapi karena kecewa. Orang kecewa itu, orang bodoh. Banyak orang menarik diri, tidak mau ikut pemimpinnya karena kecewa. Padahal pemimpin kita yang bisa mementor kita.

Kalau kita sungguh-sungguh menjadikan Yesus pusat dan satu-satunya tujuan hidup kita, maka kita HANYA AKAN MEMANDANG YESUS.

Bagaimana cara menang dari kekecewaan?
1. REPENT! Bertobat!
2. RESILIENCE Harus mendesak! (Thrusting).
3. REMEMBER! Ingat terus kebaikan Tuhan.

Tinggalkan semua hal yang membuat kita kecewa. Merdeka dari kekecewaan bukan berarti kita tidak mengingatnya. Namun itu semua karena PILIHAN. TIDAK KECEWA ITU DEWASA. Mau menjadi orang DEWASA itu adalah PILIHAN. Mau jadi orang yang BESAR di dalam Tuhan itu PILIHAN.

Apa yang tersedia bagi orang-orang yang hidupnya tidak kecewa? (Matius 28:1-10)
1. Orang yang lepas dari kekecewaan akan benar-benar hidup (Matius 28:1-3)
2. Orang yang lepas dari kekecewaan dapat terhindar dari memiliki sikap hati yang salah (Matius 28:4)
3. Orang yang lepas dari kekecewaan akan mudah untuk memilih tetap percaya dan berharap (Matius 28:5-6)
4. Orang yang lepas dari kekecewaan akan bisa melangkah dan mendesak dengan kuat (Matius 28:7-9)
5. Orang yang lepas dari kekecewaan akan menjadi seorang penyembah (Matius 28:9-10)

You can also watch the sermon here


The Year of Movement & Miracles
 
Author
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA., M.Th,

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.