Background Image

GOD’S PURPOSE FOR THE FAMILY
(Tujuan Tuhan untuk Keluarga)
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, M.B.A.

Pernikahan/keluarga merupakan lembaga pertama di dunia yang Tuhan dirikan. Banyak orang yang masuk dalam pernikahan, namun tidak mengerti apa yang menjadi tujuan dari pernikahan. Kita harus tahu bahwa tujuan pernikahan bukanlah untuk mencapai kebahagiaan, kepuasan, bahkan bukan pula untuk meraih keberhasilan/kekayaan. Oleh karena itu kita perlu membangun pernikahan dengan pola yang ideal sesuai kehendak Tuhan. Kalau kita tidak membangun pernikahan sesuai pola Tuhan, maka kita sedang memberikan diri kita untuk masuk dalam jebakan iblis.

27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:27-28)

Pernikahan sebetulnya merefleksikan Tuhan dalam kehidupan keluarga kita. Karena laki-laki dan perempuan diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Pesan Tuhan yang pertama dan penting, yang Tuhan berikan kepada Adam dan Hawa adalah beranakcucu, bertambah banyak dan menaklukkan bumi. Keluarga merupakan bagian dari strategi Allah dalam menginvasi dan membangun budaya Kerajaan di atas bumi. Ini merupakan mandat budaya (cultural mandate) yang Tuhan berikan kepada manusia.

Cultural Mandate/Mandat Budaya adalah mandat yang diberikan kepada manusia untuk berkuasa, mengelola, dan mengembangkan ciptaan-Nya, agar tujuan Tuhan tercapai dan kemuliaan-Nya menjadi nyata. Oleh karena itu, keluarga ada di bumi ini untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

1) Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. 2) Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan. 3) Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. (Kejadian 9:1-3)

Keluarga merupakan agen Tuhan untuk melaksanakan kehendak-Nya di bumi. Keluarga juga merupakan titik penghubung atau portal antara bumi dan sorga. Di dalam keluarga, Allah mau supaya kita membangun KERAJAAN ALLAH, bukan membangun BABEL!

Keturunan Ilahi diberikan oleh Tuhan untuk membawa budaya Kerajaan dari kedua orangtua yang saleh. Keluarga harus menjadi culture shapers bagi dunia ini. Keluarga membawa budaya Kerajaan kepada dunia ini.

15Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. (Maleakhi 2:15)

Mata rantai generasi bagi Kerajaan-Nya. Mata rantai generasi bagi Kerajaan Allah terus berjalan melalui anak-anak yang dilahirkan dalam keluarga.

31Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang. 32Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya. (Mazmur 22:31-32)

Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. (Mazmur 145:4)

3) Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. 4) Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. 5) Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. (Mazmur 127:3-5)

1) Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. 2) Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: “Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, 3) supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam. 4) Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian 24:1-4)

Abraham memastikan calon menantunya adalah orang yang mengenal Tuhan. Ia mau memastikan generasi selanjutnya tetap mengenal Tuhan.

14) Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. (Kejadian 14:14)

Abraham membangun dan melatih anak-anak dan orang-orang yang lahir di rumahnya untuk menjadi pahlawan.

Wadah atau sarana bagi Kristus dan gereja-Nya dinyatakan melalui kehidupan keluarga.

13) Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. 14) Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 15Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” Ia mendesak sampai kami menerimanya. (Kisah Para Rarul 16:13-15)

Keluarga merupakan:
1. Tempat kesaksian
2. Pusat pemuridan
3. Basis pelayanan
4. Representasi Kristus

You can also watch the sermon here


The Year of Movement & Miracles
 
Author
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA., M.Th,

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.