
IT'S TIME TO MOVE
(Saatnya untuk Bergerak)
Pnt. Seno Widjaja
Untuk dapat bergerak bersama, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan :
- Mendengar suara dan perintah Tuhan (Ulangan 1:3)
- Keluar dari zona nyaman (Ulangan 1:6)
- Bertindak secara profetik (Ulangan 1:7-8)
- Mengambil tanggung jawab bersama (Ulangan 1:12-13)
Dalam kegerakan bersama para pemimpin ini, kita perlu membangun pola hidup sebagai orang yang terhormat. Menghormati orang lain sama dengan memberi nilai pada diri dan hidup orang lain.
Roma 12:10, Yohanes 13:34-35, Roma 13:7.
● Ketiga ayat ini mengingatkan kita bahwa budaya (culture) Kerajaan Allah yang dibangun adalah saling mengasihi. Cara untuk mempresentasikan kasih adalah saling mendahului dalam memberi hormat.
“Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.” (Roma 13:7)
Lewat Roma 13:7 Tuhan mengajarkan kita untuk menghormati orang lain. Namun, sebagai orang percaya kita harus memahami bahwa hal paling mendasar adalah menghormati Tuhan. Itu berarti, kita harus belajar menghormati Tuhan yang tidak kelihatan dulu, barulah kita belajar menghormati orang yang kelihatan.
Ayat ini juga mengajarkan bahwa menghormati orang lain sama dengan menaruh orang lain di tempat yang lebih tinggi dari pada kita.
Prinsip menghormati orang lain:
1. Menghargai dan menerima apa adanya
Kisah Para Rasul 10:34-35 mengajarkan kita bahwa pada dasarnya semua orang berharga di mata Tuhan.
Sementara di Roma 15:7 kita diingatkan untuk selalu menerima orang lain, apa pun kondisi dan latar belakangnya.
Yesus adalah teladan terbaik tentang menghargai dan menerima orang lain karena ketika masih ada di dunia, Dia juga dikenal sebagai sahabat orang berdosa. Ini menunjukkan bahwa menerima orang berdosa tidak sama dengan menyetujui dosa. Kita bisa tetap menerima orang lain dengan kasih Tuhan tanpa menyetujui dosanya.
2. Mengangkat orang lain dan memberi dorongan
Matius 20: 26-28
• Untuk bisa mengangkat hidup orang lain, kita harus belajar untuk merendahkan diri.
• Memberikan dorongan kepada orang lain dapat dimulai dengan memberikan afirmasi yang sesuai dengan firman Tuhan kepada orang lain.
“Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.”
Dalam 1 Tesalonika 5:11, kita juga diajar untuk saling membangun karena Tuhan punya rencana buat gereja-Nya.
3. Menjadi murah hati
Menjadi murah hati berarti tidak keras pada kelemahan orang lain. Sabar dan bermurah hatilah seperti hati Tuhan.
Untuk menjadi pribadi yang murah hati, kita harus belajar memberi. Bahkan dalam prinsip menghormati Tuhan, kita diingatkan untuk memberi. Menurut Amsal 3:9-10 kita juga harus menghormati Tuhan lewat harta kita.
You can also watch the sermon here
The Year of Movement & Miracles