Background Image

CALLED TO BE THE SOLUTION
(Dipanggil untuk Menjadi Solusi)
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, M.B.A.

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7)

Tuhan tidak menciptakan kita hanya untuk menjalani hidup, menikmati berkat, dan menerima keselamatan bagi diri sendiri. Tuhan menciptakan kita supaya hidup kita berguna dan berdampak bagi orang lain.

Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi solusi di mana pun Tuhan menempatkannya, baik di keluarga, gereja, tempat kerja, bisnis, maupun masyarakat.

Menjadi solusi bukan berarti kita harus menjadi orang yang hebat atau melakukan sesuatu yang besar. Kita hanya perlu memiliki hati yang peduli, tidak ikut menjadi bagian dari masalah, dan bersedia melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk menolong orang lain.

Kita bukan hanya dipanggil untuk menerima berkat, tetapi juga menjadi berkat.

Tiga Hal Penting untuk Menjadi Solusi
1. Jangan Menjadi Bagian dari Masalah (Don't Be Part of the Problem)
Ketika kita melihat sesuatu yang salah, jangan ikut melakukannya. Sebaliknya, jadilah pembawa damai dan teladan yang baik.
Di tempat kerja, tetaplah jujur, bertanggung jawab, dan memiliki integritas meskipun orang lain tidak melakukannya (Matius 5:9).
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

2. Belajar Menangkap Kebutuhan Orang Lain (Recognize the Needs of Others)
Jangan hanya melihat kebutuhan orang lain dengan mata, tetapi belajarlah melihat dengan hati.
Yesus tidak hanya melihat orang banyak yang datang kepada-Nya, tetapi juga menangkap kebutuhan mereka. Hati yang penuh belas kasihan akan mendorong kita untuk melakukan sesuatu (Yohanes 6:5-11).

3. Ambil Inisiatif untuk Menjadi Solusi (Take Initiative to Make a Difference)
Jangan berhenti hanya karena sudah melihat dan memahami kebutuhan orang lain. Ambillah langkah nyata untuk menolong.
Tidak harus melakukan sesuatu yang besar. Mulailah dari hal sederhana yang bisa kita lakukan hari ini.

27) Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 28) Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. 29) Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. 30Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus. (Kisah Para Rasul 11:27-30)

Pelajaran Penting yang Perlu Kita Ingat
a) Hidup Kita Harus Menghasilkan Buah dan Karya
• Buah berbicara tentang karakter kita: kasih, kesabaran, kemurahan hati, dan kehidupan yang semakin serupa Kristus.
• Karya berbicara tentang apa yang kita lakukan melalui kemampuan, talenta, keterampilan, dan kesempatan yang Tuhan berikan.
Tuhan ingin hidup kita bukan hanya memiliki karakter yang baik, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang menjadi berkat bagi orang lain.

b) Jangan Berhenti Berbuat Baik
Kebaikan yang kita lakukan mungkin tidak selalu langsung mendapat balasan dari orang lain. Bahkan, terkadang kita justru mengalami perlakuan yang tidak baik. Namun, jangan biarkan pengalaman buruk membuat kita berhenti melakukan kebaikan. Kita melakukan kebaikan bukan untuk mendapatkan pujian manusia, tetapi karena kita mengasihi Tuhan.

c) Gunakan Pemulihan Tuhan untuk Menjadi Berkat
Ketika Tuhan memulihkan keluarga, kesehatan, pekerjaan, atau keadaan hidup kita, jangan hanya menikmati pemulihan itu untuk diri sendiri.
Gunakan kehidupan yang Tuhan pulihkan untuk memuliakan Dia dan memberkati orang lain.

Powerful Statements
1. “Tuhan tidak menciptakan kita untuk sekadar menjalani hidup, tetapi untuk membawa dampak.”
2. “Jangan hanya melihat kebutuhan orang lain dengan mata, belajarlah melihat dengan hati.”
3. “Jangan menjadi bagian dari masalah. Jadilah pembawa damai di mana pun kamu berada.”
4. “Jangan berhenti berbuat baik hanya karena orang lain tidak membalas kebaikanmu.”
5. “Tidak harus melakukan sesuatu yang besar. Mulailah dengan melakukan hal kecil yang bisa kamu lakukan.”
6. “Kita bukan hanya dipanggil untuk menikmati berkat Tuhan, tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain.”


You can also watch the sermon here


The Year of Thrusting & Thriving
 
Author
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA., M.Th,

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.