
RESIST THE ENEMY
(Lawanlah Musuh!)
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri
Sejak manusia jatuh dalam dosa, kita berada dalam peperangan rohani yang terus terjadi sampai kedatangan Yesus yang kedua kali. Musuh akan terus berusaha menggoda kita. Setelah Lucifer dibuang dari Sorga, maka pengaruh jahatnya terus dapat dirasakan oleh manusia.
Setan tidak bisa lagi masuk ke dalam hidup kita, tetapi ia dapat memengaruhi kita. Kalau kita tidak berjaga-jaga, maka ia akan dapat memengaruhi hati, pikiran, reaksi, dan tindakan-tindakan kita.
Setan akan selalu berusaha melemahkan iman kita, sehingga kita takut dan tidak berani untuk melangkah. Bahkan pengaruh kuasa gelap dapat terjadi dalam konflik hubungan rumah tangga antara suami dan istri. Setan bisa memengaruhi keluarga kita, pertemanan kita, bahkan juga orang-orang di dalam gereja. Musuh dapat secara diam-diam masuk memengaruhi hidup kita, dan sepertinya tiba-tiba kita sudah ada di dalam pengaruhnya.
Kalau Anda sedang mengalami serangan ketakutan, maka Anda harus berani untuk membungkam kekuatan musuh. Kita harus membungkam musuh, atau ia yang akan membungkam kita!
8) Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9) Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. (1 Petrus 5:8-9)
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! (Yakobus 4:7)
Jangan jadikan iblis sebagai sahabat kita, jangan sekalipun beri kesempatan kepada dia. Kita harus lawan iblis! Peperangan kita dengan iblis adalah peperangan iman. Ia sedang berusaha menggeser iman kita. Melawan iblis artinya kita tidak pasif, berdiam diri, atau hanya menangisi keadaan. Tetapi kita harus LAWAN! Jangan beri kesempatan iblis untuk menang.
“Lawan” = anthistēmi
• Berdiri melawan
• Menentang
• Bertahan menghadapi
• Mengambil posisi berlawanan
• Menolak untuk tunduk
Masalah dalam keluarga, budaya-budaya dunia yang jahat bukan hanya datang dari masalah sosial, tetapi ada kekuatan musuh yang sedang berusaha menyerang kita.
Efesus 6: 10-18
10) Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 13) Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14) Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15) kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16) dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17) dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18) dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,… (Efesus 6:10-18)
Kalau kita mau melawan musuh, kita tidak bisa hanya berdiam diri saja! Kita harus berani maju untuk melawan musuh kita! Salah satu cara melawan kekuatan musuh adalah dengan menggunakan bahasa roh kita dengan intensitas penuh. Ingat! Intesitas peperangan rohani ke depan akan semakin meningkat, menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Bagaimana supaya kita melawan musuh?
1. Sadar dan berjaga-jaga
Kita harus sadari bahwa kita sedang dalam sebuah peperangan. Jangan biarkan kesadaran kita random. Kita harus betul-betul menyadari kondisi ini.
Peperangan ini dapat masuk lewat perkataan dan tindakan orang lain. Oleh karena itu kita harus terus sadar dan berjaga-jaga.
Setan selalu menargetkan kita untuk tidak maju dalam kerohanian. Jangan kasih kesempatan kepada setan. Kesombongan, kekecewaan, kepahitan yang tidak kita bereskan dapat menjadi kesempatan musuh untuk merusak kita.
2. Tunduk kepada Allah
Peperangan rohani bukan hanya menunjukkan kuasa Allah yang kita miliki, tetapi kita berdiri teguh di hadapan musuh sekaligus kita tunduk pada otoritas Tuhan.
3. Lawan iblis
a. Hidup dengan iman
8) Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. (1 Petrus 5:8-9)
Iman adalah senjata untuk kita melawan kekuatan musuh. Iman kita timbul oleh pendengaran akan firman. Oleh karena itu, pastikan kita terus fokus untuk dengarkan firman.
b. Berada dalam hadirat-Nya dan kedamaian-Nya
1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 5) Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 6) Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Mazmur 23:1-6)
c. Berbuat baik
17) Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 18) Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 19) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 20) Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. 21) Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:17-21)
Apa yang terjadi saat kita melakukan kebaikan?
1. Kebaikan memutus siklus kejahatan
2. Kebaikan membungkam tuduhan yang salah (jahat)
3. Kebaikan dapat menyentuh hati nurani musuh.
You can also watch the sermon here
The Year of Thrusting & Thriving