Background Image

SENSE OF OWNERSHIP
(Rasa Memiliki)
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, M.B.A.

Kita harus memahami bahwa visi yang Tuhan berikan dalam gereja memang diterima oleh satu orang, yaitu gembala sidang, tetapi visi tersebut harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh jemaat. Jadi tidak bisa hanya bergantung pada satu atau beberapa orang saja. Oleh karena itu, betapa pentingnya kita memiliki sense of ownership (rasa memiliki) di dalam rumah Tuhan. Kita perlu melihat visi Tuhan di dalam rumah-Nya sebagai visi kita sendiri, bukan hanya sebagai visi dari gembala sidang.

1) Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2) untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 3) untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya. 4) Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. (Yesaya 61:1-4)

Dalam Yesaya 61:1-4 juga dikatakan bahwa “mereka akan membangun reruntuhan.” Kata yang dipakai adalah ‘mereka’. Artinya ini merupakan pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama-sama.

39) Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. 40) Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan. (Ibrani 11:39-40)

Ibrani 11:39-40 juga mengatakan bahwa kita yang akan menyempurnakan perjuangan para pahlawan iman. Generasi para pahlawan iman sudah melakukan perkara-perkara yang dahsyat, tetapi mereka tetap memerlukan generasi-generasi selanjutnya untuk menyempurnakannya. Artinya setiap generasi tidak bisa berdiri sendiri. Setiap generasi memiliki bagian penting dalam menyempurnakan pekerjaan Tuhan.

MUSA – YOSUA – SELURUH ISRAEL
Musa menerima visi Tuhan untuk membawa bangsa Israel masuk tanah Kanaan. Tetapi Yosua yang melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Yosua tidak berjalan sendirian. Ia berjalan bersama seluruh bangsa Israel.

MUSA – BEZALEEL dan AHOLIAB
Musa mendapat visi dari Tuhan untuk membangun Kemah Suci. Namun ia memerlukan orang-orang yang bisa mengerjakan dalam proses pembangunan Kemah Suci tersebut, di antaranya adalah Bezaleel dan Aholiab. Mereka menolong Musa dalam menyelesaikan pembangunan Kemah Suci.

DAUD – SALOMO
Daud mendapat visi dari Tuhan untuk membangun Bait Suci. Ia mempersiapkan segala bahan yang diperlukan dalam pembangunan Bait Suci. Namun anaknya, Salomo yang membangun dan menyelesaikan pembangunan tersebut.

25) Berkatalah orang-orang Israel itu: “Sudahkah kamu lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel.” 26) Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?” (1 Samuel 17:25-26)

Dari ayat-ayat di atas kita mendapati bahwa Daud memberi dirinya untuk berperang melawan Goliat adalah karena ia melihat Goliat mencemooh bangsa, yang di mana ia ada di dalamnya. Ia melawan Goliat bukan karena upah yang dia bisa dapatkan, tetapi karena ia memiliki sense of ownership terhadap bangsa Israel.

Selama jemaat Tuhan tidak peduli atau masa bodoh dengan VISI dan TUJUAN Tuhan dan program-program gereja, dapat dipastikan yang terjadi adalah stagnasi.

Jemaat yang hanya sekadar ingin beribadah dan menikmati ibadah, sulit untuk bisa bergerak maju bersama pemimpin.

Ketika Yosua menggantikan Musa sebagai pemimpin, bangsa Israel bergerak maju bersama dengannya.

16) Lalu mereka menjawab Yosua, katanya: “Segala yang kauperintahkan kepada kami akan kami lakukan dan ke manapun kami akan kausuruh, kami akan pergi; 17) sama seperti kami mendengarkan perintah Musa, demikianlah kami akan mendengarkan perintahmu. Hanya, TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai engkau, seperti Ia menyertai Musa. 18) Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apapun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!” (Yosua 1:16-18)

Jangan biarkan pemimpin berjuang sendirian; jemaat harus bersedia bergerak di barisan depan, dalam pengarahan dan koordinasi dari pemimpin.

1) Daud memeriksa barisan tentara yang bersama-sama dengan dia, kemudian ia mengangkat kepala pasukan seribu dan kepala pasukan seratus atas mereka. 2) Lalu Daud menyuruh tentara itu maju berperang, sepertiga di bawah perintah Yoab, sepertiga lagi di bawah perintah Abisai, anak Zeruya, adik Yoab, dan sepertiga lainnya di bawah perintah Itai, orang Gat itu. Lalu berkatalah raja kepada rakyat: “Aku juga akan maju berperang bersama-sama dengan kamu.” 3) Tetapi tentara itu berkata: “Janganlah tuanku maju berperang; sebab apabila kami terpaksa melarikan diri, maka mereka tidak akan menghiraukan kami; bahkan sekalipun mati separuh dari pada kami, mereka tidak akan menghiraukan kami; tetapi tuanku sama harganya dengan sepuluh ribu orang dari pada kami. Sebab itu, adalah lebih baik, bahwa tuanku bersedia menolong kami dari kota.” (2 Samuel 18:1-3)

Orang-orang yang memiliki sense of ownership akan menjadi bagian dari solusi. Ia akan berusaha mencari jalan untuk mencapai tujuan, dan mau bekerja secara tuntas.

You can also watch the sermon here


The Year of Movement & Miracles
 
Author
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA., M.Th,

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.