Background Image

FOCUS & ORDER OF THE FAMILY
(Hendaklah Kasih itu Tidak Pura-pura)
Pdm. Agung Chandra, S.Sn.

"Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Yosua 24:14-15 ini mengajarkan kita bahwa melayani keluarga bersama Tuhan tidak sama dengan melayani Tuhan bersama keluarga.

Melayani keluarga bersama Tuhan berarti menjadikan keluarga sebagai fokus, termasuk membawa Tuhan kepada keluarga. Sebaliknya, melayani Tuhan bersama keluarga berarti menjadikan Tuhan sebagai fokus, dan membawa keluarga kepada Tuhan.

Kejadian 2:18 juga berbicara spesifik tentang peran keluarga di mata Tuhan. Keluarga adalah berkat Tuhan sebagai penolong kita dalam menjalani panggilan-Nya. Kita bisa mendorong lebih kuat bersama keluarga. Kejadian 1:28 pun menegaskan bahwa berkat Tuhan bukan cuma buat keluarga. Berkat Tuhan diberikan agar keluarga dapat berdampak atas bumi.

Bagaimana cara melayani Tuhan bersama keluarga?
1. Harus fokus kepada Tuhan
Matius 6:33 mengingatkan kita agar tidak memiliki sikap hati yang transaksional kepada Tuhan. Pertanyaannya: Apakah Tuhan mengikuti keluarga kita atau keluarga kita mengikuti Tuhan?

2. Prioritas
Jangan cuma memprioritaskan keluarga, tetapi jadikan melayani Tuhan sebagai prioritas kita dan keluarga.
2 Samuel 19:1-2 mengajarkan kita bahwa melayani Tuhan bersama keluarga dapat dimulai dengan melayani bersama keluarga di rumah Tuhan.

3. Doa, puji, sembah
Ketiga hal ini adalah mutlak, tidak dapat dinegosiasikan, karena menjadi inti kekuatan kita sebagai orang percaya. Kedalaman hati seseorang bisa dilihat dari pilihan-pilihannya, termasuk pilihan untuk berdoa, memuji, dan menyembah. Sebisa mungkin kita harus membangun kehidupan doa dengan membiasakan diri untuk berdoa, baik secara pribadi, korporat, maupun keluarga. Doa keluarga menentukan prioritas keluarga. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang berdoa.

4. Peran dan posisi
Semua orang ingin memiliki keluarga bahagia yang melayani Tuhan. Namun, tidak semua keluarga mau mengambil bagian untuk bertanggung jawab.
Kejadian 7:1 barangkali membuat kita melihat Nuh sebagai orang yang gagal dalam pelayanannya. Namun, di mata Tuhan, Nuh adalah orang yang berhasil membawa keluarganya masuk dalam rencana Tuhan.

Kita tidak akan bisa mengambil keputusan yang tepat terkait posisi dan peran dalam rencana Tuhan jika kita meragukan keputusan Tuhan.

Sebagai manusia, kita tidak dapat memilih kita lahir dari keluarga seperti apa. Namun, 1 Yohanes 4:20 menegaskan bahwa menghormati keluarga—seperti apa pun kondisinya—sama dengan menghormati keputusan Tuhan.

Keluarga adalah tatanan yang dirancang oleh Tuhan. Hidup dalam tatanan dan keteraturan membuka jalan bagi Tuhan untuk bekerja, sedangkan kebingungan membuka pintu bagi kekacauan.

Tuhan sedang membangun keluarga yang fokus kepada-Nya dan selaras dengan tatanan-Nya. Karena itu, kita pun harus ada untuk membawa keluarga kita melayani Tuhan. Melayani Tuhan adalah panggilan, tetapi melayani Tuhan bersama keluarga adalah kekuatan.

You can also watch the sermon here


The Year of Movement & Miracles
 
Author
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA., M.Th,

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.