
LOVE THAT COMPELS
(Kasih yang Mendorong))
Pdt. Dr. Markus Simanjuntak, M.Th.
Sebagai orang percaya, kita harus memahami apa yang sebenarnya membuat kita memberi, melayani, bahkan berusaha memenangkan jiwa. Memahami alasan mengapa kita bergerak dalam Tuhan akan membuat kita rendah hati dalam kondisi apa pun, termasuk ketika Tuhan memakai kita lebih lagi.
2 Korintus 5:11-16 mengingatkan kita bahwa kasih Krituslah yang harus menguasai, mendorong, dan mengubah cara pandang kita terhadap orang lain. Kasih Kristus adalah sumber hidup yang melimpah dalam kasih.
Bagaimana cara agar kita memiliki hidup yang mengalirkan kasih dan terus mendorong maju walau dalam kondisi sulit?
1. Takut akan Tuhan
Rasul Paulus menuliskan bahwa alasan dia tetap teguh bergerak untuk Tuhan adalah takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan seharusnya menjadi core value (nilai utama) dari kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan.
Dalam 2 Korintus 5:10 dijelaskan bahwa takut akan Tuhan yang dimiliki Paulus bersumber dari kesadaran akan pengadilan terakhir Tuhan. Maka dari itu, takut akan Tuhan bicara soal menghormati Tuhan dan pengadilan terakhir-Nya dengan tidak menyia-nyiakan segala sesuatu yang telah Dia berikan; mulai dari talenta, anugerah, berkat, kuasa, pengaruh, kreativitas, kekayaan; semuanya harus digunakan untuk tujuan Tuhan.
Takut akan Tuhan dan menghormati pengadilan-Nya akan membuat kita memiliki kesadaran untuk bersikap proaktif (sense of urgency) dari sorga, sehingga kita menyadari bahwa waktu kita terbatas dan tidak boleh menunda-nunda untuk menjangkau jiwa.
2. Kasih yang menguasai kita
Dalam 2 Korintus 5:14 ditulis, “Sebab kasih Kristus menguasai kami.” Dalam bahasa Yunani sebagai bahasa aslinya, ‘menguasai’ di sini adalah ‘synecho’, yang artinya memegang bersama-sama.
Lewat ayat tersebut, Paulus menegaskan bahwa kasih Kristuslah yang memaksa mereka untuk mendorong maju. Kasih Kristus menguasai mereka sehingga mereka tidak mau melakukan apa pun selain yang dikatakan oleh Kasih tersebut. Kasih Kristus adalah kasih yang mati atas dosa kita dan membangkitkan kita, orang percaya. Kristus sudah membeli (menebus) kita. Maka dari itu, kita pun harus mengabdikan seluruh hidup kita bagi Tuhan.
3. Mata yang memandang dengan perspektif berbeda
Dalam 2 Korintus 5:16 Paulus mengatakan bahwa dulu mereka menghakimi (menilai) orang menurut ukuran manusia, tetapi sekarang tidak lagi.
Alasan-alasan kultural, seperti suku atau warna kulit; atau bahkan masa lalu dan latar belakang seseorang, seharusnya tidak boleh membuat kita tidak mau menjangkau orang-orang. Karena kita menjangkau jiwa-jiwa, kita sedang bergerak untuk tujuan Kerajaan Allah.
You can also watch the sermon here
The Year of Movement & Miracles