
WHEN THE JAR DOESN'T RUN DRY
(Ketika Tempayan itu Tidak Pernah Kering)
Pdm. Sarah Evangeline Sjiamsuri, B.Bus.
Seorang janda di Sarfat memberikan sisa makanan terakhir yang ia dan anaknya miliki untuk memberi makan nabi Elia, di tengah-tengah masa kekeringan dan kesulitan. Ketika nabi Elia memintanya, ia memberikan bagian yang pertama, yakni bagian yang terbaik tanpa ragu. (1 Raja-raja 17:7-16)
Saat itu Tuhan bekerja, di mana sering kali ketika Tuhan bekerja, Ia tidak langsung mengadakan mukjizat yang besar dan megah. Mukjizat yang besar dan megah terjadi di waktu tertentu saja, bukan berarti Tuhan tidak mampu, tetapi Tuhan hanya ingin melatih kita untuk terus percaya dan bergantung pada-Nya.
Seperti janda ini, Tuhan tidak memberikannya makanan berlimpah langsung saat itu juga. Namun, Tuhan berjanji akan memenuhi kebutuhan janda dan anaknya sampai hujan turun ke atas muka bumi.
Tuhan sedang berbicara tentang wadah yang tidak pernah habis. Bukan tentang mempunyai banyak, tetapi tentang kebutuhan yang selalu tercukupi setiap waktu.
Tuhan ingin kita mengenal hati-Nya, kasih dan setia-Nya yang tidak pernah habis dalam hidup kita.
Janda ini memberi dari ketidakadaannya dan kesulitannya, sehingga dia masuk dalam agenda pemeliharaan Tuhan.
Tiga hal yang bisa kita pelajari dari kisah janda di Sarfat, jika kita mau mengalami penyediaan Tuhan, yakni:
1. Loves Gives The Best Even When It’s Costly (Kasih memberi yang terbaik bahkan saat itu terasa mahal).
Orang yang tahu dan sadar bahwa semua yang dimilikinya itu didapatkannya dengan cuma-cuma dari Tuhan adalah orang yang mampu dengan mudah memberi untuk Tuhan dan orang lain, dengan cuma-cuma.
Ketika kita memandang bahwa semua yang kita miliki adalah hasil dari kerja keras kita, maka kita akan sulit untuk memberi dengan cuma-cuma, yang terbaik buat Tuhan dan buat orang lain.
2. Generosity Flows From Trust, Not From Abundance (Kemurahan hati lahir dari percaya, bukan dari banyaknya sumber).
Kemurahan hati lahir dari HATI YANG PERCAYA pada pemeliharaan Tuhan, bukan dari banyaknya sumber berkat/rezeki yg kita miliki.
Apa yang kita percaya tentang Tuhan, akan menentukan bagaimana kita memberi.
Seberapa besar kita memberi adalah refleksi seberapa besar kita percaya pada penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas hidup kita.
3. God Sustains What Love Releases (Tuhan menopang apa yang dilepaskan dalam kasih).
Janda itu tidak menjadi kaya karena ia memberi yang terbaik, situasinya tidak langsung berubah. NAMUN, Tuhan menunjukkan pemeliharaan-Nya dan penyertaan-Nya dengan cara, tepung dan minyak dalam tempayan itu tidak pernah habis.
Lalu, bagaimana caranya kita melihat dan merasakan penyertaan Tuhan?
Memberi terlebih dahulu, baru lihat penyediaan dan penyertaan Tuhan.
→ Kalau dengan “sedikit” yang kita miliki saat ini saja kita tidak bisa memberi, apalagi kalau Tuhan berikan berkat besar, kita akan semakin tidak mau memberi.
→ Karena Tuhan tidak melihat seberapa besar yang kita bisa berikan, namun seberapa PERCAYA hati kita kepada janji-Nya.
Memberi terlebih dahulu, baru lihat dan rasakan betapa besar dan tidak berkesudahannya penyertaan dan penyediaan Tuhan dalam hidup kita.
You can also watch the sermon here
The Year of Movement & Miracles