Background Image

LET LOVE BE GENUINE
(Hendaklah Kasih itu Tidak Pura-pura)
Pdm. Hosea Claudio Siringoringo, S.I.Kom., M.Th.

9) Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. (Roma 12:9)

9"Let love be genuine. Abhor what is evil; hold fast to what is good" (Romans 12:9 - ESV)

Kasih yang dimaksud dalam ayat Alkitab di atas adalah kasih Agape. Karena ada kasih yang tulus/asli, maka ada juga kasih yang pura-pura/palsu.

Berikut beberapa contoh kasih yang tidak tulus:
1. Kasih hanya sebatas formalitas.
2. Kasih hanya sebatas perkataan tanpa perbuatan.
3. Kasih yang bersyarat.
4. Kasih yang pura-pura/munafik.
5. Pilih kasih.
6. Kasih untuk pencitraan diri.

Contoh-contoh kasih yang tidak tulus tersebut dapat terjadi dalam lingkungan keluarga, pertemanan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Namun, akan sangat berbahaya jika kasih itu terjadi dalam rumah Tuhan, karena seharusnya rumah Tuhan menjadi tempat di mana orang-orang bisa mengalami kasih Tuhan yang sejati.

Lalu, bagaimana kasih yang sejati (genuine) itu? (Roma 12:10-18)
1. Kasih yang tidak mencari keuntungan.
2. Kasih yang tidak munafik.
3. Kasih yang berdasar kepada Kristus, bukan berdasar kepada kepentingan.

Dalam keluarga Allah, KASIH harus ASLI (bukan sekadar basa-basi rohani) dan TULUS (bukan strategi sosial).

10) Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. 11) Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya. (1 Yohanes 2:10-11)

Kasih Agape adalah seni mengasihi dengan extra mile, tanpa batas, dan di luar akal manusia. Kasih yang bukan cuma berdasarkan perasaan, tetapi keputusan untuk mengasihi. (Matius 5:38-48) Dunia mengajarkan kepada kita untuk membenci musuh kita, tetapi Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi dan berdoa bagi mereka yang berbuat jahat terhadap kita.

Kasih Agape adalah kasih yang selalu memberi dan tidak pernah menuntut atau mengambil keuntungan sedikitpun. Kasih Agape juga akan menunjukkan identitas kita sebagai anak-anak Bapa di sorga.

Apa yang membuat seseorang kehilangan kasih yang sejati?
1. Lebih mengasihi dunia ini dan tidak lagi mengasihi Tuhan
Kita tidak bisa mengasihi Tuhan dan dunia secara bersamaan, karena perlahan kita pasti akan meninggalkan Tuhan dan kehilangan kasih-Nya. (1 Yohanes 2:15-16; Matius 6:24; Yakobus 4:4)

2. Kepentingan diri sendiri
Hati Tuhan selalu merujuk kepada melayani orang lain, bukan kepada kepentingan diri sendiri. (Matius 20:28) Hati-hati karena kepentingan diri sendiri sering kali dapat terbungkus rapi dalam rasa kebijaksanaan kita. (Yakobus 3:14)

3. Luka hati yang tidak dibereskan
Luka hati yang tidak dibereskan, tanpa disadari, dapat membuat kita akhirnya melukai orang lain. (Ibrani 12:15)

Bagaimana agar kita kembali memiliki kasih?
1. Alami kasih Tuhan, dan bersekutu dengan-Nya setiap hari. Diperlukan kedisiplinan rohani untuk dapat mengalami kasih Tuhan. (Roma 12:11)
2. Lepaskan kesombongan, dan terbuka jujur di hadapan Tuhan tentang isi hati kita. Jangan pakai kata kasih untuk bersembunyi di balik kebencian kita.
3. Latih hati kita untuk mengasihi setiap orang dengan kasih Agape.
4. Sadari bahwa kita semua adalah orang-orang yang sama, yang diampuni oleh Tuhan. Semakin kita menyadari pengampunan Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita, kita menyadari ketidaklayakan kita atas kasih karunia Tuhan. (Lukas 7:47)

You can also watch the sermon here


The Year of Movement & Miracles
 
Author
Pdt. Dr. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA., M.Th,

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.