
VICTORY OVER SELF
(Maju Bersama)
Pdm. Hosea Claudio Siringoringo, M.Th.
Musuh terbesar yang harus kita kalahkan tidak selalu adalah musuh di sekitar kita, tetapi "DIRI SENDIRI" yang ada di dalam kita (Efesus 4:22-23).
Self/diri sendiri adalah bagian dari diri kita yang selalu ingin mengontrol, dikenal, dipuji, disenangkan, dan dilayani.
Biasanya terdiri atas beberapa bagian, antara lain:
- Pride/Kesombongan → “Saya sudah tahu.”
- Ego → “Saya memang layak untuk dikenal.”
- Self Will/Keinginan diri sendiri → “Saya akan lakukan dengan cara saya.”
- Self-centeredness/Berpusat pada diri sendiri → “Bagaimana dengan saya?”
- Self-reliance/Mengandalkan diri sendiri → “Aku bisa melakukannya tanpa Tuhan.”
Kesombongan adalah lawan dari kasih. ALLAH ADALAH KASIH.
Oleh karena itu, kesombongan adalah musuh Allah (1 Korintus 13:4-5).
Mementingkan diri sendiri adalah musuh dari roh keputraan (spirit of sonship) (Yesaya 14:13-15; Yakobus 3:14-18; Roma 8:29; Filipi 2:5-8).
Berikut adalah perbedaan Pola Yesus dan pola iblis yang harus kita perhatikan:
POLA YESUS (FILIPI 2:5-8)
- Penuh kasih
- Seorang hamba
- Menyerahkan kehendak-Nya. Remuk hati - lembut
- Penuh pengampunan
- Berpusat pada kehendak Bapa
POLA IBLIS (YESAYA 14:13-15)
- Penuh kebencian
- Seorang tuan
- Melakukan kehendak sendiri
- Mudah tersinggung - keras
- Pendendam - pahit hati
- Berpusat pada diri sendiri
19) Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 20) namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:19-20)
Pertanyaan Evaluasi Diri Sendiri:
1. Apa nilai ukur kita terhadap sebuah hubungan?
2. Seberapa tingkat antusias kita dalam melayani Tuhan, ketika tidak ada posisi atau keuntungan?
3. Apa yang kita pikirkan apabila ada orang yang selama ini kita bantu, namun akhirnya mengecewakan kita?
4. Apa yang akan kita lakukan ketika rencana kita dibelokkan oleh Tuhan?
Bagaimana kita dapat mengalami kemenangan atas diri sendiri?
1. Alami Tuhan setiap hari
2. Bangun kehidupan sebagai seorang hamba (servanthood) - Markus 10:43-44; Filipi 2:5-8.
Ukuran "menjadi besar" di dalam Kerajaan Allah adalah dengan "MENJADI YANG TERKECIL" bagi yang lainnya.
3. Lepaskan hak dan jangan menuntut pembelaan bagi diri sendiri (Lukas 23:34).
Siapkan ruang kesalahan orang lain di hatimu, karena suatu hari kamu memerlukan ruang itu juga di hati orang lain.
4. Selalu mengucap syukur
5. Selalu melihat segala hal dari sudut pandang Tuhan (Kolose 3:1-4).
Dalam Kerajaan Allah, hal yang terpenting bukan lagi tentang aku atau kamu, tetapi tentang Dia dan kemuliaan-Nya.
Saat Kristus, Sang Kepala gereja dipermuliakan, maka gereja yang adalah tubuh-Nya akan ikut mengalami kemuliaan-Nya.
VICTORY OVER SELF means CHRIST BECOMES GREATER.
Kemenangan atas diri sendiri artinya Kristus menjadi semakin besar.
30) Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yohanes 3:30)
John 3:30 (NIV) “He must become greater; I must become less.”
Less of my ego → More of Christ (Egoku semakin berkuran → Kristus semakin bertambah)
Less of my ambition → More of His purpose (Ambisiku semakin berkurang → Tujuan-Nya semakin nyata)
Less of my control → More of His leadership (Kendaliku semakin berkurang → Kepemimpinan-Nya semakin besar)
Less of my feelings → More of His truth (Perasaanku semakin berkurang → Kebenaran-Nya semakin bertambah)
Kekristenan bukan hanya membuat kita menjadi orang yang lebih baik, tetapi membuat kita semakin serupa dengan Kristus.
You can also watch the sermon here
The Year of Thrusting & Thriving