Growing

Ps. Joseph Latupeirissa
29 September 2019

Kolose 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Kita sering berpikir bahwa bertumbuh (growing) itu ke atas. Tetapi sebenarnya bertumbuh bukan hanya ke atas, melainkan juga ke dalam. Oleh karena itu, Paulus menggunakan kata akar karena akar menentukan kekuatan akar pohon, sebagaimana fondasi menentukan kekuatan bangunan. Kalau kita berbicara mengenai akar, kita selalu berbicara mengenai fondasi hidup ini. Firman Tuhan adalah benih kebenaran (1 Petrus 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal). Kita datang ke gereja bukan mencari pengkotbah, tetapi sedang mencari benih kehidupan. Kebenaran harus dibangun atas dasar kebenaran Alkitab, bukan perasaan dan pemikiran pendeta, nabi, atau rasul. Tuhan selalu mencari kedalaman hati kita, bukan respon di permukaan. Itulah akar dan dasar bangunan hidup kita. Jika dasar kita keropos, kita tidak akan mampu bertahan. Kalau di gereja saja kita tidak mampu bertahan, terlebih di luar sana.

Roma 3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Dengan siapa Anda banyak berbicara, dia lah yang akan menentukan akar hidup Anda. Perubahan perspektif selalu didahului dengan perubahan posisi. Roh Kudus yang merupakan Roh Kebenaran akan membawa kita pada perspektif dan posisi yang benar. Ideologi kebenaran dalam Alkitab tercatat dalam kitab Yohanes 15, carang dan pokok. Saat carang menempel pada pokoknya, carang tersebut tidak perlu berupaya untuk bertumbuh, karena secara alamiah ia akan bertumbuh. Kegerakan Roh (revival) bertujuan untuk mengembalikan Saudara sekalian pada posisi yang benar dan tepat, yaitu pada pokok. Saat kita kembali pada pokok, kita sebagai carang akan secara alamiah menghasilkan buah.

Teolog Thomas Aquinas berkata bahwa belajar teologia adalah belajar tentang Tuhan, belajar dari Tuhan, dan belajar untuk Tuhan. Semua hal terpusat pada Allah, manusia tidak memiliki bagian sama sekali. Teologi hanya memiliki 2 sumber, teos dan logos, yaitu Tuhan itu sendiri dan firman-Nya, selain 2 hal itu, bukan kebenaran.

Mazmur 92:13-16 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Pastikan kita tertanam dalam gereja lokal sehingga kita bisa bertumbuh. Di padang gurun, hanya ada 2 jenis pohon yang mampu bertahan hidup karena badai di sana sangat kencang, 2 pohon tersebut adalah pohon korma dan pohon aras. Seseorang yang menanam pohon korma akan menggali tanah hingga kedalaman 3 m, meletakkan benih korma dan ditutup dengan batu. Tekanan batu diberikan agar pohon korma tidak langsung tumbuh ke atas, melainkan memperkuat akar di bawahnya. Sampai akar itu menemukan air dalam tanah, akar itu akan menarik air ke atas, sehingga tidak heran jika oase ditemukan di sekitar pohon korma.

Paulus menggunakan analogi pertumbuhan dengan pohon, yang terutama adalah mengakar. Bertumbuh ke bawah, dan hal ini yang akan menentukan kekuatan ke atas. Seberapa tinggi Anda bisa naik tergantung pada seberapa dalam Anda bisa bertumbuh. Agar kita tidak mudah disesatkan, kita harus mengakar ke bawah, menemukan sumber air hidup itu.

Dosa juga bertumbuh sebagaimana dikatakan dalam Mazmur 92:8 Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya. Orang fasik berarti orang yang tahu Tuhan tetapi tidak menganggap Tuhan ada, sudah tahu kebenaran tetapi tetap hidup dalam dosa. Jangan biarkan dosa sekecil apapun ada dalam kita.

Tuhan mau membangun kita sebagai gerejaNya. Untuk membangun orang, yang diperlukan adalah kembali ke pola asli, yaitu Tuhan menghembuskan nafas hidup. Kata menghembuskan dalam bahasa aslinya berarti meniup terus menerus. Yang dihembuskan Tuhan disini adalah “nesiamah”, yang memiliki 2 arti. Yang pertama berarti hidupnya Tuhan sendiri, atau hidup kekal. Dan yang kedua berarti kepekaan roh.

Penebusan bukan hanya terjadi di kayu salib, tetapi penebusan berlangsung terus menerus melalui firman Tuhan. Kolose 3:10 “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”.

Ada 3 pengertian akan firman Tuhan:

  1. Firman Tuhan merupakan pedang. Firman akan membunuh kedagingan kita.
  2. Firman Tuhan merupakan api. Api menggelisahkan orang-orang yang memiliki dosa.
  3. Firman Tuhan merupakan palu. Palu digunakan untuk mengetok dan menghancurkan kedagingan kita untuk membawa perubahan hidup.

Tuhan mau kita bertumbuh agar kita bisa memberkati bangsa dan negara, dan kemuliaanNya dinyatakan. Dan untuk kita bisa bertumbuh, kita harus:

  1. Tidak boleh terpisah dari Tuhan. Tuhan harus menjadi pusat hidup kita, menjadi prioritas satu-satunya.
  2. Pastikan kita bertumbuh di lingkungan yang sehat. Carilah komunitas gereja yang mendorong kita bertumbuh.