BREAKTHROUGH & BLESSING

Ps. Leonardo A. Sjiamsuri

Seringkali kita ingin mengerti apa yang ingin Tuhan kita lakukan atas hidup kita, tetapi kita tidak akan bisa mengerti jika kita belum diberi pengertian. Allah itu Alfa dan Omega, yang Awal dan yang Akhir. Ia mengetahui akhir dari sesuatu dari awal. Seringkali kita mengambil tindakan untuk menyesuaikan keadaan agar keadaan kita berubah, tetapi yang Tuhan mau adalah kita menyelaraskan pikiran, hati, dan perasaan kita kepada janji Tuhan. Ketahuilah bahwa Tuhan senantiasa bekerja, walaupun kita tidak melihat dan merasakannya.

Musim akan selalu berganti, tetapi saya ingin katakan berjalanlah dalam musimnya Tuhan, maka kita akan selalu melihat penyediaan Tuhan. Pengkotbah 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Inilah musim dimana Tuhan mau melakukan breakthrough (terobosan) dan blessing (berkat). Kita perlu menyelaraskan diri kita kepada musimnya Tuhan, sehingga kita menjadi efektif dalam musim itu.

Breakthrough (terobosan) merupakan pencapaian hasil yang melampaui kelaziman (menembus, mendobrak) dan pada umumnya tidak disangka-sangka, dan kadangkala di luar pikiran dan kemampuan. Terobosan terjadi karena adanya keterlibatan Tuhan, oleh sebab itu kita harus selalu melibatkan Tuhan. Kasih karunia Tuhanlah yang memampukan terobosan itu terjadi. Hal ini berbicara juga mengenai berjalan dengan iman, karena tanpa iman kita tidak akan melihat sebuah terobosan terjadi.

Blessing (berkat) merupakan semua kekayaan, kebaikan, kesukaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang disediakan oleh Tuhan dan diperoleh dari Dia. Semua dari Dia, oleh Dia, dan bagi Dia. Jika ada perkenanan Tuhan dalam hidup kita, yang sulit menjadi mungkin, yang belum waktunya menjadi waktunya. Hiduplah dalam zona berkatnya Tuhan. Berjalan dengan iman dan melakukan bagian kita dan kita terima dari Tuhan. Saya tekankan sekali lagi, berkat bukan hanya tentang uang dan kekayaan, melainkan juga kedamaian dan sukacita dari Tuhan.

Yosua 6:1-5 Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. Berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.”

Ketika bangsa Israel mau masuk kota Yerikho, pintu gerbangnya tertutup. Kemudian datanglah firman Tuhan bahwa Yerikho telah diserahkan Tuhan bagi bangsa Israel. Tuhan dapat berbicara di tengah kondisi yang tidak mungkin. Tuhan tidak menjelaskan apa yang akan terjadi saat bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho pada hari pertama hingga ke-6. Seringkali Tuhan memberitahukan sesuatu pada kita tanpa penjelasan. Tuhan melatih kita untuk taat dan percaya dan untuk mengandalkan Tuhan bukan pikiran kita sendiri. Tuhan juga menyuruh imam membawa tanduk dan sangkakala, kemudian pada hari yang ke-7 mereka harus mengelilingi tembok itu 7 kali, sebuah strategi perang yang terdengar konyol. Tuhan kemudian memberitahukan apa yang akan terjadi pada akhirnya. Tuhan selalu memberitahukan kita akhirnya tetapi tidak menjelaskan proses menuju akhir itu. Tuhan juga sering memberikan kita tanda-tanda dan menciptakan momentum hingga terobosan itu terjadi.

Yosua 6:16 dan 20 Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Bersoraklah, sebab Tuhan telah menyerahkan kota ini kepadamu!” Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.

Yosua belum melihat terobosan itu terjadi, tetapi ia percaya, hingga pada akhirnya tembok Yerikho benar-benar runtuh dan bangsa Israel memanjat masuk dan merebutnya. Kita tidak bisa hanya melihat mujizat terjadi, kita harus bertindak setelah mujizat itu terjadi. Mari kita renungkan, apa yang telah menjadi pintu yang tertutup dalam hidup kita? Hari ini mungkin kita merasa pintu peluang tertutup. Tetapi percayakah kita bahwa Tuhan dapat meruntuhkan apa yang menjadi penutup jalan tersebut? Libatkan Tuhan sedini mungkin dan alami breakthrough dan blessing itu dalam musim ini.

Ada beberapa hal yang harus kita siapkan untuk mengalami breakthrough dan blessing di awal tahun ini.
1. Dengar, terima, dan percaya firman Tuhan yang segar dan personal.Firman Tuhan bersifat segar dan personal bagi kita semua, sebuah kotbah dapat dibawa Roh Kudus sesuai dengan keadaan masing-masing kita. Oleh sebab itu, kita tidak bisa mengabaikan firman Tuhan karena firman Tuhan perlu didengar terlebih dahulu, kemudian diterima dan dipercaya. Jika kita tidak mau hidup dalam kegelapan, kita butuh firman setiap hari. Alam semesta dijadikan firman karena firman itu penuh kuasa. Apapun yang kita rasa telah mati, tetapi saat kita mendengar firman yang berkuasa itu, yang mati pun akan hidup kembali. Jangan tunggu susah, barulah kita mencari Tuhan.

2. Melangkah dalam ketaatan seperti yang dikatakan oleh Tuhan. Ketaatan bukanlah ketaatan sampai kita melakukannya. Ketaatan bukan hanya konsep. Ketaatan merupakan pilihan karena ketaatan tidak selalu sesuai dengan harapan, perasaan, dan kondisi kita. Ketidaktaatan adalah bukti dari ketidakpercayaan kepada Tuhan, dan menolak untuk melakukan kehendak dan rencana Tuhan.

3. Bersatu dalam pergerakan dan penggenapan dari janji Tuhan. Bukan hanya Yosua yang bergerak, tetapi melibatkan seluruh bangsa Israel. Begitu juga di gereja, bukan hanya pemimpin gereja yang bergerak, tetapi harus ada keterlibatan aktif dari seluruh jemaat. Ketika kita semua bergerak bersama, sebuah terobosan yang dahsyat akan terjadi. Jika kita bersatu, akan terbentuk sinergi yang luar biasa. Setiap dari kita punya talenta, tetapi jika hanya kita gunakan sendiri, kita tidak akan melihat sesuatu yang besar. Jika kita bersatu, sebagaimana sebuah orkestra, alat musik terkecil sekalipun akan menjadi sangat berharga. Kesatuan harus dimulai dengan kesatuan kita dengan Tuhan terlebih dahulu karena Tuhanlah yang mempersatukan kita. Tidak pernah ada kesatuan jika tidak ada kesediaan untuk mengikuti arahan. Kesatuan juga tidak akan pernah terjadi jika kita tidak dapat melihat kekuatan dari perbedaan. Tuhan tidak pernah menciptakan dua orang yang sama persis, inilah perbedaan yang menjadi kekuatan jika menjadi satu.

Mari kita fokus terhadap apa yang Tuhan mau kerjakan di musim ini. Kesempatan dimulai sekarang.