REMEMBER YOUR GOD
Ps. Leonardo A. Sjiamsuri
Sering kali kita lupa karena banyak hal. Teknologi membuat kita tidak mau lagi menghafal (nomor telepon, alamat, dll.), karena cukup menyimpannya, sehingga membuat kita semakin bergantung kepada teknologi.
Kita bisa lupa karena kita tidak mengucapkan berulang-ulang, karena tidak fokus, dan lain sebagainya. Namun sering kali, kita justru mengingat kekecewaan trauma, karena terus membicarakannya.
Kata Ibrani ZAKAR banyak digunakan dalam Perjanjian Lama dan Kitab Mazmur
- Mengingat
- Teringat-ingat
- Tidak putus-putusnya terkenang
- Menyebut-nyebut
- Memikirkan
- Memberi perhatian
- Teringat kembali
Lukas 8: 15
Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."
Firman bukan untuk dilupakan, tetapi untuk disimpan, diingat, dan dipegang teguh.
Lukas 2: 19
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Kita perlu menyimpan firman di dalam hati dan tidak melupakannya begitu saja. Kita perlu mengingat dan merenungkan firman Tuhan berulang-ulang. Dengan demikian, Roh Kudus bisa selalu mengingatkan kita akan firman yang kita simpan di dalam hati kita.
Kita harus menyimpan firman; bukan kekecewaan, kepedihan, kepahitan, dan luka. Sekalipun kita belum mengerti firman yang kita simpan, Roh Kudus bisa memberikan pengertian kepada kita, seiring dengan berjalannya waktu. Melalui pengalaman bersama dengan Tuhan, kita akan semakin mengerti firman yang kita simpan di dalam hati kita.
Yohanes 14: 26
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Ingatlah bahwa kita bisa ada sampai hari ini semuanya oleh karena Tuhan. Ketika ada masalah, janganlah mencari hal yang lain, tapi pandanglah kepada Tuhan. Berharap dan percaya hanya kepada Tuhan.
Mengapa kita perlu selalu mengingat Tuhan?
1. Menyelaraskan hati, pikiran, dan perspektif dalam menjalani kehidupan, agar tetap di dalam kehendak-Nya dan rencana-Nya.
Tuhan akan menyelaraskan hati dan pikiran kita melalui firman yang kita ingat. Dalam kondisi yang sulit, justru firman-Nya akan terus menguatkan kita. Dalam kondisi yang baik, kita juga tidak boleh melupakan Tuhan.
Mazmur 78: 5-8
(5) Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, (6) supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, (7) supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; (8) dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah.
Peran untuk mengajar firman adalah tugas dan tanggung jawab orang tua. Kita perlu terus mengajarkan firman kepada anak kita dari generasi ke generasi. Jangan sampai anak kita lupa atau tidak mengenal Tuhan. Sekalipun anak kita sukses dalam sekolah atau pekerjaan, tetapi kalau anak kita melupakan Tuhan, maka sesungguhnya ia gagal. Tujuan dari pernikahan adalah keturunan ilahi. Generasi penerus harus terus menceritakan kemuliaan Tuhan ke generasi berikutnya.
2. Menjalani proses transformasi menuju keserupaan Kristus.
Panggilan tertinggi orang Kristen bukanlah pelayanan, melainkan menjadi serupa dan segambar dengan Kristus.
2 Korintus 3: 18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Semakin kita mengingat Tuhan, semakin kita akan fokus kepada-Nya. Kita tidak akan mudah komplain dan menyerah. Semakin kita fokus kepada Tuhan, kita akan terus diselaraskan dan disempurnakan dari kemuliaan kepada kemuliaan, sampai kita menjadi serupa dengan Kristus. Ingatlah Tuhan senantiasa. Dalam keadaan sulit, dalam keadaan senang, maupun saat biasa-biasa saja, selalu ingat Tuhan.
3. Tetap dan terus BERIMAN dan BERGANTUNG kepada Tuhan untuk MASA DEPAN, sekali pun sudah BERHASIL.
Ulangan 8: 17-18
(17) Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. (18) Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
Kita bisa berhasil bukan karena kekuatan kita, tetapi karena Tuhan. Jangan biarkan kesuksesan menghalangi rencana Tuhan di dalam hidup kita. Banyak orang hanyut ketika mereka sukses, sehingga mereka tidak lagi mengingat Tuhan dan tidak lagi menyediakan waktu untuk Tuhan. Sulit bagi kita bisa melangkah dengan iman jika kita tidak lagi mengandalkan Tuhan. Banyak orang tidak mau meninggalkan kemewahannya karena sudah mapan, sehingga ia tidak mau mengambil langkah iman. Kita harus bisa menyerahkan segalanya untuk Tuhan.
4. Meninggalkan warisan kepada generasi berikutnya, dengan menjadi teladan dalam iman dan ketergantungan kepada-Nya
Kita tidak akan bisa mengajarkan firman kepada anak cucu kita jika kita tidak belajar dan menghidupi firman Tuhan.
2 Timotius 1:5
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
Ulangan 6:4-13
Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Maka apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu – kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami – dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.
Kita harus terus mengingat Tuhan, menceritakan kebaikan Tuhan, dan mengajarkannya kepada anak cucu kita. Ingatan bisa disimpan dan dikeluarkan kapan saja. Jika kita mengingat firman Tuhan, Roh kudus bisa keluarkan kapan saja dan memberikan kita jawaban. Kita perlu firman. Kita tidak boleh lupa Tuhan saat kita sudah sukses.
Ibrani 13:7
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
Kita juga perlu terus mengingat orang-orang yang Tuhan pakai di dalam hidup kita. Mengingat pemimpin-pemimpin kita yang sudah memberikan firman di dalam hidup kita. Kita bukan hanya menghormati pelayanannya, tetapi pribadinya.
Roma 2: 1-3
(1) Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. (2) Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. (3) Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?
Ingat akan Tuhan. Jangan menghakimi orang lain! Kita tidak boleh menghakimi dan merendahkan orang lain. Kita harus ingat kalau kita juga diselamatkan dari kejatuhan. Jangan sampai kita menjadi lebih kejam daripada iblis. Ingat dari mana kita berasal. Setiap orang memiliki cerita yang tidak kita ketahui.
Mazmur 106: 19-22
(19) Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; (20) mereka menukar Kemuliaan mereka dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput. (21) Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir: (22) perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.
Ketika kita melupakan Tuhan, maka kita memiliki berhala di dalam hidup kita. Kita harus selalu menjadikan Tuhan nomor 1 dalam hidup kita. Jangan pernah menempatkan pekerjaan, hobi, atau hal lainnya melebihi posisi Tuhan di dalam hidup kita.
Yesaya 17: 10-11
(10) Sebab engkau telah melupakan Allah yang menyelamatkan engkau, dan tidak mengingat gunung batu kekuatanmu. Sebab itu sekalipun engkau membuat taman yang permai dan menanaminya dengan cangkokan luar negeri, (11) sekalipun pada hari menanamnya engkau membuatnya tumbuh subur, dan pada pagi mencangkokkannya engkau membuatnya berbunga, namun panen akan segera lenyap pada hari kesakitan dan hari penderitaan yang sangat payah.
Ketika kita melupakan Tuhan, kita tidak akan mendapatkan berkat. Kegagalan yang akan menanti. Jadikan Tuhan yang utama dan terutama.
Bagaimana kita bisa terus mengingat Tuhan?
1. Akrab dengan Tuhan
Berdoa, membaca, dan merenungkan firman, berbicara kepada Tuhan setiap hari. Miliki waktu pribadi dengan Tuhan.
2. Rendah hati
Orang yang sombong tidak akan mengingat Tuhan karena ia merasa mampu. Jangan sombong karena kita tahu banyak hal. Kita perlu pewahyuan dari Roh Kudus, bukan hanya sekedar pengetahuan.
3. Merenungkan dan mengingat kebaikan-Nya
Daud berani menghadapi Goliat karena ia mengingat Tuhan.
4. Melakukan firman-Nya
Yakobus 1:25
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
Kita perlu sungguh-sungguh melakukan firman dalam hidup kita. Tuhan tidak akan pernah melupakan kita. Ingatlah akan setiap kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Ingatlah akan penyertaan dan tuntunan Tuhan. Ingatlah kepada Tuhan senantiasa!