Background Image

A Pastor's Notes

GKS Light to the Nations

Stay Focused


Ps. Leonardo A. Sjiamsuri

Tidak terasa kita sudah memasuki bulan November dan sebentar lagi kita akan merayakan Natal. Dan di dalam musim Focus and Impact di tahun ini, kita sudah belajar bagaimana kita bisa fokus.

Dalam kesempatan pagi ini saya akan berbicara tentang Stay Focused. Bagaimana kita bisa tetap fokus. Karena dalam hidup kita bisa dengan mudah teralihkan pandangan kita dari fokus yang sebenarnya.

Kegagalan kita bisa membuat perhatian kita teralihkan dari Tuhan kepada teman-teman kita dan cara-cara kita sendiri. Atau bisa juga kesuksesan kita mengalihkan perhatian kita sehingga kita menganggap kesuksesan kita lebih dari yang lain. Sakit hati juga bisa membuat fokus kita menjadi bergeser. Ada banyak hal yang bisa membuat fokus kita bergeser dari waktu ke waktu.

Oleh sebab itu, jika kita mau berhasil dan berdampak maka kita harus menjaga perhatian kita untuk tetap fokus.Demikian pula dalam hal beribadah. Jika kita ingin diberkati dalam ibadah, maka kita harus fokus. Kita fokus saat memuji dan menyembah Tuhan dan juga saat mendengarkan khotbah. Kalau kita melakukan ini, maka setiap ibadah hari Minggu tidak akan menjadi hal yang membosankan. Kita akan melihat hidup kita dipulihkan dan perbarui Tuhan.

Sekali lagi kita perlu ingat bahwa ada banyak hal yang bisa mengalihkan fokus kita. Alkitab elektronik yang ada di gawai kita pun bisa mengalihkan fokus kita apabila kita tidak waspada.

Karena itu kita perlu memperhatikan Hukum Fokus. Hukum Fokus berbunyi: “Apa yang Anda fokuskan pasti akan berkembang, dan menentukan masa depanmu.” Jadi, kalau kita fokus pada kelebihan kita, maka kelebihan kita itu akan berkembang. Demikian pula sebaliknya. Itu sebabnya kita perlu hati-hati dengan apa yang menjadi fokus kita.

Kalau kita fokus pada hal-hal yang negatif, maka hal-hal yang negatif akan berkembang dalam hidup kita dan itu akan menentukan masa depan kita. Demikian pula sebaliknya.Jangan sampai kita gagal fokus atau salah fokus.

Dalam Filipi 3:12-14 kita bisa belajar dari rasul Paulus. Rasul Paulus bukanlah seorang yang pasif menunggu, ia “mengejar”. Memang ia berdoa dan berserah, tetapi ia berinisiatif merebut apa yang Tuhan sediakan dalam hidupnya. Ia tidak fokus dan tidak lagi mengingat-ingat masa lalunya. Ia tetap fokus dengan apa yang ada di depannya. Kita tidak akan bisa melihat masa depan kita di masa lalu.

Rasul Paulus bukan hanya mengejar, tetapi ia berlari. Ada banyak orang tahu apa yang menjadi fokusnya, tetapi bersikap pasif. Marilah kita belajar dari rasul Paulus yang berlari mengejar apa yang menjadi fokusnya. Itulah sebabnya mengapa penting bagi kita untuk fokus. Ketika kita tidak fokus, maka kita pasti akan bingung.

Fokus artinya:
1) tidak mendua hati. Pastikan kita memiliki satu pilihan. Jangan sampai kita melewatkan yang terbaik karena kita sudah puas dengan yang baik. Ketika kita mendua hati, maka kita akan menjadi ragu dan tidak berani melangkah. Akibatnya kita tidak melihat hasil yang maksimal.
2) melihat dengan jelas. Layaknya kamera yang ingin menangkap gambar obyek secara sempurna, maka diperlukan fokus. Pastikan kita bisa melihat dengan jelas apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam hidup kita.
3) memusatkan perhatian, tenaga, pikiran, doa, dan lain-lain.
4) memiliki satu sasaran. Pastikan kita memilih yang terbaik dan mendahulukan yang utama.

Ada beberapa tokoh di dalam Alkitab yang dari mereka kita bisa belajar untuk tetap fokus. Elisa fokus mengikuti Elia karena ia menginginkan dua bagian dari rohnya Elia. Ia tidak teralihkan dengan permintaan Elia yang menyuruhnya tidak mengikutinya, juga suara-suara dari anak-anak nabi. Ia fokus mengikuti Elia.

Daud fokus pada kerinduan hatinya untuk membangun Bait Suci sekalipun akhirnya Tuhan tidak mengizinkannya karena anaknya, Salomo yang akan membangunnya. Daud tetap fokus mempersiapkan semua yang diperlukan untuk pekerjaan pembangunan rumah Tuhan.

Jemaat mula-mula tetap fokus menantikan kebangunan rohani. Mereka tekun menantikan penggenapan janji Bapa. Dari 500 murid, yang tersisa hanya 120 orang yang tetap fokus menanti penggenapannya.

Fokus menolong kita untuk mengelola hidup kita dengan lebih baik sehingga kita bisa menentukan prioritas dalam hidup kita. Kita bisa mengambil keputusan dan pilihan berdasarkan fokus kita. Ketika kita fokus maka kita akan berhasil.

Apa yang menjadi fokus kita?
1. Tuhan dan janji-janji-Nya. Pastikan saat kita menghadapi masalah dan pergumulan, kita tetap fokus pada Tuhan dan janji-nya, bukan pada manusia dan masalah kita. Elia tetap terpelihara di masa kekeringan karena ia fokus pada firman Tuhan. Jangan fokus pada kelemahan dan kekurangan kita, fokuslah pada Tuhan (Mazmur 141:8). Fokuslah pada firman-Nya di tengah goncangan.
2. Dorongan dan arahan Roh Kudus. Belajar juga dari Ishak yang taat akan perintah Tuhan dan ketika ia menabur di masa kekeringan, ia tetap menuai hasil yang luar biasa. Bartimeus fokus untuk mendapatkan kesembuhannya sekalipun ada orang-orang yang mencoba melarangnya. Juga kita bisa belajar dari rasul Paulus yang diarahkan dan dipimpin Roh Kudus dalam perjalanan misinya. Paulus taat saat Roh Kudus melarang mereka masuk ke sebuah wilayah karena Ia punya rencana khusus buat Paulus, yaitu melayani orang-orang di Makedonia. Biasakan untuk memikirkan dan mencari jalan dan cara agar mereka yang mendapatkan arahan atau dorongan dari Roh Kudus dapat mulai melangkah! Bukan malah menyebabkan keraguan dan kebingungan!
3. Lanjutkan dan kembangkan apa yang sedang dikerjakan sampai ada hasilnya. Kalau kita memulai sesuatu, pastikan kita menyelesaikannya. Jangan membiasakan diri berhenti di tengah jalan, lalu beralih ke yang lain.

\ Nah, bagaimana agar kita bisa tetap fokus?
Taat. Kita tidak akan bisa fokus apabila kita tidak taat. Ketaatan tidak membutuhkan penjelasan. Abraham bisa fokus karena ia taat kepada Tuhan. Janda yang ditinggal utang oleh suaminya mengalami terobosan karena taat kepada petunjuk Elisa. Salah sat ciri kita percaya kepada pemimpin adalah kita taat. Ketidaktaatan adalah bukti dari ketidakpercayaan kita kepada Tuhan dan menolak untuk melakukan kehendak dan rencana Tuhan.

Marilah kita belajar taat dan tetap fokus.

You can also watch another sermon here


The Year of Focus & Impact
 
Author
Sr. Ps. Leonardo A. Sjiamsuri

Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.

He started his spiritual journey since he was a university student, with his girlfriend at that time, Rosalin. He involved in ministry among high school and university students, and become one of pioneers in university students movement in 1979/1980.

Leonardo A. Sjiamsuri used to work as a banker with last position as Marketing and Credit Director. He also had been an entrepreneur, a lecturer, and a dean of management institute in Jakarta. He is a productive writer and a founder and director of a publishing company, Nafiri Gabriel. His popular and best-seller book, “Karisma versus Karakter (Charisma versus Character)” has been a tremendous blessing and very inspiring to many people.

He has been ministering in various churches, seminars, workshops, domestically and internationally. Many companies and job fair for recruitment frequently invite him as a motivating and inspiring speaker.

He is very passionate to teach and make people to become disciple of Christ according to the truth of God. His desire is to see businessmen and executives arise, and become agents of transformation in their community. This desire has pushed him to develop SMART (School of Ministries and Apostolic and Trainng) Centre. Ps. Leonardo and his wife, Ps. Rosalin, have three chlidren, Sarah Evangeline, Raymond Eleazar, Josephine Eunike. They involve in ministries of GKS L2DN.