Background Image

A Pastor's Message

Sermon Notes - GKS Light to the Nations

Encounter With Holy Spirit


Ps. Daniel Wirawan
24 Maret 2019

Sebagai murid Yesus, kehidupan kita tidak mungkin bisa terlepas dari pribadi Roh Kudus. Dalam Lukas 4:1 mencatat bahwa Yesus penuh dengan Roh Kudus. Kata penuh artinya diisi sampai maksimum, tidak ada ruang kosong, sempurna. Tujuan kita datang beribadah setiap minggu adalah dipenuhi Roh Kudus, supaya yang tadinya kita kering dan pikiran penuh dengan masalah, menjadi hidup dan mengalami perubahan perspektif. Sama seperti tubuh kita lapar dan haus dan perlu diisi makanan, kerohanian kita juga harus selalu haus dan lapar untuk dipenuhi Roh Kudus.
Lalu apa tujuan Roh Kudus memenuhi kita?

  1. Untuk terhubung dengan Dia
    Roh Kudus adalah seorang pribadi seperti kita. Dia punya pikiran, kehendak, perasaan, hidup, dan tinggal dalam kita. Dan Dia selalu rindu untuk terhubung dengan kita. Sebesar-besarnya kerinduan kita untuk terhubung dengan-Nya, tidak akan bisa mengalahkan kerinduan-Nya untuk terhubung dengan kita. Jika kita terhubung dengan Roh Kudus, kita terhubung dengan hati, pikiran, dan kehendak Bapa di Sorga. Untuk itu kita harus selalu memiliki hubungan yang intim dengan Roh Kudus.
    Roh Kudus berbicara pada kita setiap hari secara aktif. Tetapi apakah kita mampu mendengar suara-Nya setiap saat? Kenali suara-Nya. Semakin intens kita berhubungan dengan Roh Kudus, kita akan langsung mengenali suara-Nya ketika Ia berbicara. Kita harus peka terhadap suara Roh Kudus, karena kalau kita tidak mengenal suara-Nya, pasti kita melewatkan bimbingan-Nya, nasihat-Nya, penghiburan-Nya, dan pertolongan-Nya.
    Dalam Kis 8:29-30 Roh Kudus menyuruh Filipus untuk pergi dan mendekati kereta sida-sida. Jika Filipus tidak mengenal suara itu, pasti dia tidak akan menurut. Juga dalam Kis 10:19-20 dikatakan bahwa Roh Kudus berkata pada Petrus bahwa ada 3 orang yang mencarinya. Petrus memiliki hubungan intim dengan Roh Kudus sehingga ia bisa menangkap pesan-Nya.
  2. Memperbarui pikiran kita
    Dalam Roma 12:2 dikatakan bahwa kita tidak boleh serupa dengan ide dan opini dunia, tetapi berubah oleh Roh Kudus melalui reformasi total dari cara berpikir kita. Inilah kunci tranformasi hidup kita, reformasi total cara berpikir yang dilakukan oleh Roh Kudus. Pikiran yang bodoh (ignorant mind), pikiran yang tidak percaya (unbelieve mind), pikiran yang sia-sia, dan mentalitas yang salah harus direformasi total dan hanya Roh Kudus yang bisa melakukannya. Tanpa Roh Kudus, kita tidak bisa menjadi serupa dan segambar dengan Yesus.
  3. Memberdayakan kita (empowering)
    Dalam Kis 4:29-31 diceritakan bahwa selang beberapa lama setelah menerima baptisan Roh, rasul-rasul mengalami ancaman dan penganiayaan kemudian datang kepada Tuhan dan berdoa, setelah itu mereka dipenuhi oleh Roh Kudus dan kemudian mereka mempunyai keberanian lagi untuk memberitakan Injil. Kisah ini menunjukkan bahwa perjumpaan dengan Roh Kudus tidak hanya sekali tetapi harus dialami berkali-kali. Kualitas memang sangat penting, tetapi kuantitas tidak kalah pentingnya. Dalam setiap apapun, alamilah Roh Kudus. Jika kita sedang menghadapi masalah, mintalah diberi hikmat. Kalau kita sedang lemah, mintalah kekuatan. Kalau sedang bimbang, mintalah damai sejahtera. Seberapa besar tekanan yang kita hadapi, tetapi kalau kita penuh oleh Roh Kudus, kita akan tetap kuat. Tanpa Roh Kudus, kita akan remuk di tengah jalan kehidupan.
  4. Melayani dengan kuasa
    Kis 1:8 dengan jelas berkata bahwa kita akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun pada kita. Kita dipenuhi oleh Roh Kudus bukan utuk kepentingan kita sendiri, tetapi juga untuk melayani orang lain. Kita butuh urapan Roh Kudus untuk menyelesaikan panggilan Tuhan dalam hidup kita.


Mengalami Roh Kudus bukanlah hanya sebuah momen tetapi sebuah kehidupan. Kalau kita mau fokus dan berdampak pada musim ini, kita harus mengalami Roh Kudus setiap hari. Pada bagian ini kita akan membahas bagaimana caranya mengalami dan berjalan dengan Roh Kudus setiap hari.

  1. Punya kesadaran akan pribadi Roh Kudus setiap hari
    Dalam 1 Kor 3:16 dikatakan bahwa kita adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kita. Sadarkah kita bahwa Roh Kudus tinggal di dalam kita? Jangan sampai hubungan kita dengan Roh Kudus gagal karena kita tidak berkomunikasi, menghargai, dan menyadari keberadaan-Nya padahal Dia ada di dalam kita. Jangan hanya mengetahui dan mengenali Roh Kudus hanya karena doktrin dan pengajaran, tetapi kenali Dia secara pribadi. Kita harus menerima-Nya secara penuh dan utuh. Penuh dan utuh artinya kita menerima pribadi-Nya, keberadaan-Nya, pekerjaan dan kuasa-Nya, manifestasi-Nya, dan kebenaran bahwa Dia bekerja di dalam dan melalui kita. Ingatlah bahwa Dia selalu ada di dalam kita. Jika kita tidak merasakan sesuatu bukan berarti Dia tidak tinggal dalam kita. Libatkan dia setiap hari, baik pada saat memulai hari, bekerja, atau berbisnis. Dan saat kita mengalami tekanan, mintalah hikmat Roh Kudus. Saat kita panik, mintalah damai sejahtera-Nya.
    Untuk memiliki kesadaran akan Roh Kudus,kita harus merenungkan firman Tuhan dan menerima rhema untuk menyadarkan kita akan pribadi Roh Kudus. Selain itu kita juga harus menyembah Tuhan dengan hati yang terbuka dan ekspektasi untuk menyadarkan kita, serta aktif berbahasa Roh.
  2. Membiarkan Roh Kudus memimpin hidup kita
    Roma 8:5-6 dalam terjemahan versi bahasa Inggrisnya memaparkan: Orang yang sifat alamiahnya dosa akan memikirkan hal-hal penuh dosa, tetapi orang yang dipimpin oleh Roh Kudus akan memikirkan hal-hal yang menyenangkan Roh. Membiarkan sifat dasarmu yang penuh dosa memimpin pikiranmu akan menuntun pada kematian. Tetapi mengizinkan Roh memimpin pikiranmu akan membawa pada kehidupan dan damai sejahtera. Kata mengizinkan sangat penting disini karena kita harus mimilih dan memutuskan untuk dipimpin Roh. Izinkan pikiran kita dipimpin oleh Roh Kudus.
    Dari aspek terkecil sekalipun, kita harus peka akan bimbingan-Nya. Karena jika kita tidak peka akan bimbingan dan pimpinan Roh Kudus untuk hal-hal kecil, kita juga tidak akan peka akan bimbingan dan pimpinan Roh Kudus untuk hal-hal besar. Pada saat sebelum kita marah, kita tidak peka akan Roh Kudus, jangan harap kita bisa peka tuntunan Roh Kudus saat kita marah. Kalau sebelum mengambil keputusan penting kita tidak peka terhadap tuntunan Roh Kudus, sulit pada saat kita harus mengambil keputusan penting untuk peka terhadap Roh Kudus. Kalau soal keputusan doa dan membaca Firman Tuhan saja sudah tidak peka, apalagi dalam menjalani hidup. Tetapi kalau kita bisa peka pada hal kecil, kita juga bisa peka pada hal besar.
    Lalu bagaimana caranya untuk tahu apakah hidup kita sudah dipimpin Roh Kudus? Jika kebiasaan baik dalam hidup kita semakin banyak, berarti hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Percayalah akan tuntunan Roh Kudus, Dia membawa kita melalui jalan yang tepat, walaupun mungkin berkelok-kelok dan tidak sesuai harapan kita, tetapi saat kita percaya pada-Nya, akhirnya kita akan melihat Dia akan membawa kita sampai pada tujuan.
  3. Mengizinkan Roh Kudus dalam kita
    Roh kudus tidak akan bekerja melalui kita sebelum dia bekerja di dalam kita. Dalam 2 Kor 3:18 mengatakan bahwa Tuhan adalah Roh, dan Ia membuat kita menjadi semakin serupa dengan-Nya. Jika kita mengizinkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, kita akan dibawa semakin serupa dan segambar-Nya, sebagaimana kehendak Bapa dalam hidup kita. Jangan batasi pekerjaan Roh Kudus hanya dalam bentuk manifestasi-Nya pada kita, sedangkan kita tidak mengizinkan dia bekerja dalam hidup kita. Dalam setiap hal apapun yang kita alami, baik atau buruk, izinkanlah Roh Kudus untuk mengerjakan apa yang mau Ia kerjakan dan mengizinkan Dia membentuk kita seperti yang Dia mau. Kalau kita menuruti Roh Kudus, proses pembentukan yang kita alami akan semakin cepat. Semakin kita berontak, pasti kita tidak bisa melewatinya. Pemberontakan hanya akan memperlambat pertumbuhan rohani kita. Sekali lagi, izinkanlah Dia bekerja dalam kehidupan kita agar semakin hari rupa Yesus semakin tampak dalam hidup kita.

You can also watch another sermon here


The Year of Focus & Impact
 
Author
Sr. Ps. Leonardo A. Sjiamsuri

Leonardo A. Sjiamsuri is the founder and senior pastor of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion) – Light to the Nations. He is also one of the founder and elder of Glory of Zion Church (Gereja Kemuliaan Sion). He got the vision from God to start and build Glory of Zion Church – Light to the Nations in 2006.

He started his spiritual journey since he was a university student, with his girlfriend at that time, Rosalin. He involved in ministry among high school and university students, and become one of pioneers in university students movement in 1979/1980.

Leonardo A. Sjiamsuri used to work as a banker with last position as Marketing and Credit Director. He also had been an entrepreneur, a lecturer, and a dean of management institute in Jakarta. He is a productive writer and a founder and director of a publishing company, Nafiri Gabriel. His popular and best-seller book, “Karisma versus Karakter (Charisma versus Character)” has been a tremendous blessing and very inspiring to many people.

He has been ministering in various churches, seminars, workshops, domestically and internationally. Many companies and job fair for recruitment frequently invite him as a motivating and inspiring speaker.

He is very passionate to teach and make people to become disciple of Christ according to the truth of God. His desire is to see businessmen and executives arise, and become agents of transformation in their community. This desire has pushed him to develop SMART (School of Ministries and Apostolic and Trainng) Centre. Ps. Leonardo and his wife, Ps. Rosalin, have three chlidren, Sarah Evangeline, Raymond Eleazar, Josephine Eunike. They involve in ministries of GKS L2DN.